Mempertajam Pembelajaran Siswa, Mudipat Pucang Mengadakan “Kuliah Tamu”

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka mempertajam dan evaluasi pembelajaran materi sejak dini khususnya dibidang organ tubuh manusia, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menggelar “Kuliah Tamu”.

Kuliah Tamu bertemakan “Bedah Syaraf” yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Februari 2018 di Millenium Buillding Mudipat Pucang Surabaya menghadirkan narasumber dokter spesialis bedah syaraf RS dr. Soewandhie Surabaya, dr. Hamim Thohari, Sp.BS

Edi Purnomo Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang menyampaikan, bahwa, Kuliah Tamu tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya.

“Kuliah Tamu ini bertujuan untuk mempertajam dan evaluasi pembelajaran materi. Dan, hari ini temanya tentang bedah syaraf sesuai materi yang diterima siswa. Pelajaran sekarang menginjak tema 4 tentang organ tubuh manusia,” kata Edi saat ditemui disela sela pemaparan, Rabu, (14/02/18).

“Kuliah Tamu ini merupakan kali ke 6 yang sudah kami selenggarakan. Dan, dalam setiap pertemuan kami selalu menghadirkan narasumbe dari wali murid yang berkompeten untuk memberikan pemaparan,” tambahnya.

Masih menurut Edi, pada kuliah tamu mendatang, pihak Mudipat Pucang akan menghadirkan wali murid dengan latar belakang profesi yang lain. Misalkan polisi, jaksa dan lainnya.

“Untuk narasumber yang hadir kali ini merupakan orangtua dari M Abduh, siswa kelas V-E. Sekaligus merupakan dokter spesialis bedah syaraf RS dr. Soewandhie Surabaya,” terang Edi.

Dalam pemaparan materi yang diberikan oleh dr. Hamim Thohari, Sp.BS diterangkan bahwa, anak anak rentan cidera ketika bermain di sekolah karena ketidaktahuan titik berbahaya pada bagian kepala, leher, tubuh dan kaki.

“Anak anak banyak yang kurang memahami ketika bermain banayk hal hal yang harus dihindari karena berbahay dan beresiko cidera. Seperti contoh ketika bercanda dan bermain dorong dorongan yang mengakibatkan terjatuh pas ditulang pantat yang mengakibatkan kebutaan,” papar dr. Hamim.

Hamim juga menjelaskan pentingnya berhati hati dalam memilih jajanan. Siswa dianjurkan untuk tidak jajan sembarangan terutama jajanan ringan seperti snack yang rasanya asin.

“Lebih baik, membawa bekal dari rumah yang sudah pasti lebih sehat dan terjamin,” ungkapnya dihadapan para siswa Mudipat. (Tls)