Mahasiswa Unesa Ajak Masyarakat Taat Lalu Lintas Lewat Karyanya “WITA”

Surabaya (wartasas.com) – Ada yang menarik dan mencuri perhatian para pengunjung pameran “Paradesia 7 Actitude 2018” yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Ciputra World Mall Surabaya yaitu karya mahasiswa Unesa yang diberi nama WITA (Waktu Indonesia Taat Aturan).

Pameran “Paradesia 7 Actitude 2018” yang diselenggarakan Unesa selama tiga hari dari tanggal 4-6 Mei 2018 di Atrium Ciputra World Mall Surabaya, diikuti oleh 29 karya desain mahasiswa D3 program studi Desain Grafis Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.

Wakil Rektor IV Unesa Prof. Dr. Djodjok Soepardjo, M.Litt mengatakan bahwa, pameran  “Paradesia 7 Actitude 2018” yang diselenggrakan oleh Unesa ini merupakan tugas akhir dari mahasiswa D3 program studi Desain Grafis Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.

“Unesa berupaya selalu memberikan variasi baru kepada masyarakat. Apalagi karya tersebut merupakan karya tugas akhir setelah 3 tahun menempuh studi di bangku kuliah,” kata Prof. Dr. Djodjok saat dijumpai dalam kunjungannya di pameran, Jumat, (04/05/18).

Booth yang menjadi perhatian para pengunjung karya Farhan Noortsany berjudul WITA (Waktu Indonesia Taat Aturan) di ilhami dari adanya fenomena masyarakat Indonesia yang sering melanggar aturan lalu lintas sehingga terciptalah sebuah gerakan WITA berisikan video animasi tentang UU Lalu Lintas beserta sanksi-sanksi yang didapatkan jika melanggar.

“Ada juga karya yang menginspirasi seperti papan permainan (Board Game) dolanan jaranan yang dibuat untuk melestarikan permainan tradisional,” terang Prof. Dr. Djodjok.

Sementara, Ketua Panitia Afifuddin Latif yang juga menampilkan karya branding Pahlawan Ekonomi Surabaya dengan menggelorakan semangat wirausaha mandiri yang bertujuan untuk mendorong kemajuan kualitas ekonomi kerakyatan.

Dalam pameran “Paradesia 7 Actitude 2018” juga digelar berbagai kegiatan seperti workshop, sepatu lukis, gelang macramé, live mural, lomba desain poster tingkat SMA, talkshow dengan narasumber Alek Kowalski Founder Sunday Market, orchestra Tiwul Brasswood dan tari dari Jurusan Sendratasik FBS Unesa. (Tls)