Lima PT Jatim Dibimbing ITS Rampungkan SPMI

Surabaya (wartasas.com) – Bertujuan merampungkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengadakan Lokakarya Penyusunan SPMI PT.

Lokakarya Penyusunan SPMI PT berlangsung selama dua hari sejak tanggal 11-12 Mei 2018 di Hotel Santika Premiere Surabaya dan dibuka lngsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS, Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT.

Setelah bertahun-tahun mengantongi akreditasi A secara institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali diamanahi oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI guna mengasuh lima perguruan tinggi (PT) yang berlokasi di Jawa Timur.

Lima universitas di bawah asuhan ITS tersebut ialah Universitas Darul Ulum Jombang, STT STIKMA Internasional, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), STKIP PGRI Situbondo, dan Universitas Ibrahimy. Pembimbingan ini sudah dimulai sejak dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman dari kelima PT tersebut bersama Rektor ITS, bulan April lalu.

Dalam paparannya, Prof Ir Joni Hermana menyampaikan bahwa, kegiatan pembimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah program studi yang mendapatkan layanan mutu pendidikan tinggi. Selain itu, juga ditujukan untuk mendorong proses peningkatan mutu PT tersebut agar mencapai tingkat akreditasi yang unggul.

“Bagi perguruan tinggi yang ada, khususnya swasta, sistem penjaminan mutu ini amatlah penting. Masyarakat saat ini mulai concern pada mutu pendidikan, tak lagi hanya semata perihal gelar,” kata Prof Ir Joni dalam paparannya, Jumat, (11/05/18).

“Mana ada orang yang menginginkan bersekolah di perguruan tinggi yang tidak terjamin mutu pendidikkannya. Oleh karena itu melalui program ini, ITS bersama-sama Kemenristekdikti memfasilitasi universitas-universitas di Jatim untuk meningkatkan mutu pendidikkannnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, imbuhnya, keluaran dari adanya pembimbingan ini pun diharapkan mampu membantu terbentuknya budaya mutu. Yang dimaksud budaya mutu ialah pola pikir, sikap, dan perilaku berdasarkan standar Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Menurut Rektor ITS, kelima PT asuhan dari ITS ini diharapkan bisa melembagakan dan memfungsikan sistem penjaminan mutu di PT tersebut. Ke depannya, secara berkelanjutan juga akan ditularkan ke PT lain yang masih membutuhkan pendampingan.

Ditempat yang sama, Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT  menyampaikan, tim dari masing-masing PT akan terjun di ITS guna melihat daftar standar-standar secara institusi, fakultas, maupun di departemen guna melihat proses Kegiatan Belajar Mengajar yang diterapkan ITS.

“Terdapat fasilitator yang disediakan oleh ITS yang bertugas untuk melakukan pendampingan secara langsung kepada lima PT terkait. Di samping itu, para fasilitator memiliki misi untuk mengunjungi PT yang menjadi tanggung jawabnya pada bulan Agustus nanti,” terang Prof Dr Ir Aulia.

Setelah itu, pada bulan September akan diadakan audit mutu internal berupa Perencanaan Mutu,Pelaksanaan Mutu, Evaluasi Mutu, Pengendalian Mutu, Peningkatan Mutu (PPEPP).

“PPEPP ini berfungsi untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dicanangkan,” tutur profesor perempuan pertama bidang Teknik Fisika  di Indonesia. (Tls)