“Light Pipe” Alat Pencahayaan Alami Berikan Solusi Berhemat Listrik

Surabaya (wartasas.com) – Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan bengkaknya biaya listrik rumah tangga akibat borosnya penggunaan lampu, membuat mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya tercetus untuk menciptakan sebuah karya solusi ekomonis pencahayaan alami pengganti bolm lampu disiang hari.

Light Pipe itulah nama hasil karya empat mahasiswa Program Study Arsitektur  UK Petra Surabaya. Keempat mahasiswa tersebut adalah, Elisabeth Kathryn, Chefania, Samantha lsabela Ongkowijoyo dan Andrew Laksmana.

Seperti yang disampaikan Elisabeth selaku ketua pelaksana kegiatan bahwa, pembuatan Light Pipe didasari oleh naiknya biaya listrik sekaligus memberikan Solusi Ekonomis Pencahayaan Alami untuk warga yang tinggal dipemukiman Padat penduduk.

“Light Pipe merupakan alat yang berguna untuk meneruskan cahaya matahari ke dalam bangunan atau ruangan di lahan yang padat. Sehingga, mampu menghemat biaya listrik. Namun, untuk sementara, solusi ini hanya untuk membantu mmemberikan penerangan pada siang hari dimana ruangan tersebut sulit ditembus cahaya matahari,” kata Elisabeth saat uji coba Light Pipe dihadapan awak media, Selasa, (29/8/17).

“Inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat ini, mendapatkan hibah sebesar 8,5 juta dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) beberapa waktu yang lalu,” tambahnya.

Alat penerangan yang disebut Light Pipe, dijelaskan oleh Elisabeth bahwa cara pembuatannya sangat mudah dan murah. Hanya memanfaatkan bahan daur ulang yakni kaleng biskuit bekas untuk menyusun alat ini. Beberapa saat setelah pemasangan Light Pipe pada rumah warga, tim sempat melakukan pengukuran intensitas cahaya yang diperoleh.

“Dan kami telah mencobanya dan mengaplikasikan alat ini di rumah warga. Hasilnya lumayan, kalau siang tidak perlu menyalakan lampu dan sangat menghemat pengeluaran listrik,” terang Elisabeth.

Salah satu warga bernama Ibu Didi tinggal di jalan Siwalankerto Selatan Surabaya yang mana rumahnya dijadikan uji coba alat Light Pipe menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap para mahasiwa UK Petra yang telah membantu memberikan solusi terkait penghematan listrik.

“Sejak dipasangnya alat tersebut (Light Pipe) pada bulan Juli 2017 lalu, biaya listrik di rumah ada penurunan. Yang dulu biasa saya membayar 400 ribu, sekarang menjadi 300 ribuan,” tutur Ibu Didi senang.

Perlu diketahui, bahan yang digunakan untuk membuat Light Pipe sangat mudah didapatkan dan dikerjakan serta murah. Sehingga, sangat memungkinkan jika alat ini dibuat dan dipasang secara mandiri oleh warga.

“Bahan yang diperlukan adalah sebuah light pipe daur ulang seperti kaleng bekas kemasan biskuit secukupnya (untuk menyusun pipa dengan tinggi sesuai jarak plafon dan atap), mangkuk kaca berbentuk setengah bola sebagai receiver matahari, dan kaca yang dilapis oleh stiker buram sebagai diffuser cahaya,” paparnya menjelaskan.

Kaleng dipilih karena memiliki sifat metal yang kuat dan tahan lama serta memiliki pennukaan dalam yang reflektif sehingga dapat memantulkan cahaya Perekat antar kaleng menggunakan lem epoxy, sedangkan perekat mangkuk dan kaca menggunakan silicon sealant. (Tls)