Lewat Permainan, Mahasiswa UK Petra Ajak Pemilih Muda Peduli Pilkada

Surabaya (wartasas.com) – Memasuki masa tahapan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada), banyak masyarakat terutama generasi muda (pemilih muda) yang hanya ikut-ikutan, cuek, pesimis hingga apatis.

Melihat hal tersebut, dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Selvie Lokito dan Teresa Stephanie terinspirasi untuk membuat konsep ide kampanye sosial media.

Selvie Lokito dan Teresa Stephanie yang merancang ide permainan facebook (FB) bernama “Kepo Yuk” akronim dari “Kenal Politik Yuk”. Kata “kepo” merupakan istilah yang sangat dikenal di kalangan anak muda yaitu Knowing Every Particular Object atau rasa ingin tahu sekali akan segala sesuatu.

“Padahal generasi muda (pemilih muda) ini merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya ikut peduli dalam membangun bangsa salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam pemilihan kepala daerah. Inilah yang perlu “ditangkap” agar hasil Pilkada 2018 bisa maksimal,” kata Selvie saat ditemui di kampis UK Petra, Kamis, (08/03/18).

“Permainan ini merupakan sebuah digital campaign yang mengajak pemilih muda untuk mau mengenal rekam jejak para kandidat Pilkada,” tambahnya.

Permainan FB “Kepo Yuk” ini masih menurut Selvie, mempunyai lima fase yaitu attention, interest, Search, Action dan Share. Jika pemain berhasil menyelesaikan game muncul pesan: “Selamat! Kandidat yang Anda pilih sesuai dengan janjinya”. Sedangkan jika pemain gagal menyelesaikan game muncul pesan: “Untung ini cuma game, bayangkan jika ini sungguhan!”.

Di akhir permainan muncul sebuah call to action: “Ayo kenali rekam jejak kandidatmu sebelum suarakan pilihanmu!”. “FB dipilih karena hasil permainan game ini akan ter-share secara otomatis di wall FB. Sehingga bisa menjadi viral dan makin banyak pemilih muda yang ingin memainkan game tersebut, sehingga tujuan dari digital campaign ini tersampaikan.

“Tidak hanya itu, anak muda identik dengan smartphonenya. Entah itu bersosial media ataupun bermain game. Jadi menurut kami ini pendekatan yang cocok sekali untuk menarik target audience tersebut,” terang Selvie.

Ide ini pun terus dikembangkan menjadi kampanye yang berjudul “Gokil Sob” (Golongan Kritis Politik, Sobat), dengan memunculkan trigger own asset KEPO YUK di instagram dan iklan pop-up di website-website portal. “Anak muda diajak untuk menjadi “Superhero” yang gokil dengan bermain game di microsite GOKIL SOB!. Trigger diberikan dengan memprovokasi audience untuk menunjukkan seberapa gokil mereka.

“Tidak hanya itu, promosi dilakukan dengan promote video ads (anorganik) GOKIL SOB! di Instagram,” ungkap tim yang berhasil meraih predikat silver (juara 2) dalam ajang Epicentrum 2017 di Universitas Padjadjaran-Bandung bulan November 2017 tersebut.

Mini game ini mengedukasi bagaimana menggunakan hak pilih itu penting, karena itu berpartisipasilah di Pileg 2019 demi #SelamatkanIndonesia!. Permainan sederhana namun unik ini menjadikan mencoblos kertas suara dan simbol kelingking bertinta sebagai simbol kebanggaan anak muda yang bisa menyelamatkan Indonesia.

Lain halnya dengan tim kedua bernama Ucullop beranggotakan Eunike Sara Ardyta dan Alexander Gratianus. Mahasiswa semester 7 tersebut memilih media instagram dalam menyampaikan pesan-pesannya berupa kutipan dan fakta-fakta seputar pemilihan umum dengan bahasa yang mudah dan menarik di kalangan anak muda. Ucullop juga memanfaatkan semua fitur yang terdapat di instagram untuk menyebarkan kampanyenya, seperti membuat tagar yang mudah diingat oleh anak muda yaitu #cukuptau, game tag berantai, insta story, repost, dan hashtag sticker.

“Tujuan dari pembuatan kampanye ini adalah memberikan wawasan dan himbauan kepada anak muda untuk menjadi pemilih yang cerdas supaya tidak salah pilih,” pungkas Eunike Sara Ardyta.

Tak heran, tim karya Kepo Yuk dan The Z Brand ini berhasil mengantongi predikat silver (juara 2) dan Bronze (juara 3) dalam ajang Epicentrum 2017 dengan kategori Ideation: A(d) Creative Solution to Maximize Youth’s Participation on Indonesian Politics di Universitas Padjadjaran-Bandung. (Tls)