Tingkatkan Pemahaman Diabetes, Prodia Gelar Seminar Dokter

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka memberikan pemahaman dan mewaspadai tentang penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang semakin meningkat jumlah penderitanya di Indonesia, Laboratorium Klinik Prodia terus mengkampanyekan “Wellness Testing” untuk mencegah perkembangan penyakit Diabetes Mellitus dengan menggelar seminar.

Seminar yang digelar dengan tema “Good Doctor For the Great Family – Seminar on DM Wellness Testing” pada Minggu, 7 Mei 2017 di gedung Laboratorium Klinik Prodia Surabaya, menghadirkan Prof DR Dr Agung Pranoto M.Kes SpPD-KEMD, Soebagijo Adi dr, Sp.PD,K-EMD, FINASIM, FACP, Dr. Sri Murtiwi, SpPD dan Emmy Harefa S.Si M.Kes.

Emmy Harefa S.Si M.Kes mengatakan, bahwa tujuan Klinik Prodia menggelar Roadshow Talkshow di 16 kota besar di Indonesia, semata mata ingin memberikan informasi agar terhindar bukan saja dari penyakit Diabetes Mellitus, namun lebih awal lagi menghindari kondisi prediabetes.

“Kota Surabaya merupakan kota ke empat setelah Jakarta, Banda Aceh dan Bogor. Dan masih ada lagi kota kotalan seperti, Bandung, Malang, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Balikpapan, Pekanbaru, Palembang dan Padang.” Kata Emmy salam press conference, Minggu, (7/5/17).

Masih kata Emmy Harefa, jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Untuk itu Laboratoium Klinik Prodia berupaya mengkampanyekan wellness testing guna mencegah perkembangan penyakit tersebut melalui seminar dokter di 16 kota besar di Indonesia.

Soebagijo Adi dr, Sp.PD,K juga menambahkan, data terbaru di tahun 2016 yang ditunjukkan oleh International Diabetes Federation menunjukkan bahwa diabetes merupakan permasalahan yang menjadi perhatian dunia.

“Diilustrasikan satu dari 11 orang dewasa menderita diabetes. Sebanyak 12% dari dana kesehatan secara global teralokasikan untuk diabetes. Dan salah satu dari 7 kelahiran terkena gestatitional diabetes,” terang Soebagio Adi dr.

“Bahkan, kali ini Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-5 teratas di antara negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak dunia,” imbuhnya.

Hal ini tentu memprihatinkan, karena Indonesia masih berada di urutan ke-10 pada tahun 2010 lalu. Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia terus melonjak, dari 8,4 juta penderita di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta di tahun 2030.

“Melalui seminar ini diharapkan para dokter memahami informasi tentang wellness testing guna mengidentifikasi risiko pada tahap dini perkembangan penyakit,” harap Emmy Harefa. (Tls)