Karya Mahasiswa UK Petra Masuk di Ajang Internasional

Surabaya (wartasas.com) – UK Petra Surabaya kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia di mancanegara dalam ajang Internasional Asia Student Package Design Competition (ASPaC) di Jepang.

ASPaC merupakan sebuah wadah kompetisi bagi para mahasiswa desain yang diselenggarakan oleh Japan Foundation dan Japan Package Desaign Association (JPDA) sejak tahun 2010.

Dua kelompok Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) U.K. Petra peraih juara pertama bertajuk This Pain is Temporary dibuat oleh Hana Setiono Oei dan Jovita Christina Tandono dan juara kedua diraih oleh Raymond Gunawan dan Marcella Kartika yang membuat konsep kemasan Sweet Tale, akan mewakili Indonesia berlaga di ajang Internasional ASPaC. Dan mereka akan berangkat ke Jepang pada tanggal 14-20 Januari 2017.

“This Pain is Temporary merupakan packaging pembalut berbentuk novel berseri yang menjadi surprise bagi para gadis yang baru pertama kali mengalami menstruasi. Kejutan ini menjadi pegangan sang gadis saat menghadapi hari-hari menstruasi agar merasa nyaman.” Ucap Hana pemenang juara satu ketika dijumpa di kampus UK Petra Suabaya, Selasa, (10/1/17).

“Konsep dari logo This Pain is Temporary adalah siklus cuaca. Sebab siklus menstruasi ini sendiri diibaratkan dengan siklus cuaca yang mendung dan hujan deras sedangkan berakhirnya menstruasi diibaratkan dengan matahari kembali bersinar cerah,” tambahnya.

Hana mengatakan, novel berseri ini berisikan 5 buku yang menandakan 5 hari menstruasi dengan berisikan beberapa ukuran. Para gadis tak perlu kuatir, di setiap buku juga berisikan beragam informasi seputar menstruasi. Misalnya seperti novel volume 2 yang diberi judul “you don’t know women” berisikan informasi pada gadis remaja bahwa di hari kedua ini perempuan akan merasakan perubahan secara fisik dan emosi sehingga wanita cenderung menjadi susah ditebak. Begitu seterusnya hingga masa menstruasi itu berakhir.

Unik dan out of the box, itulah karya The Pain is Temporary. Tak sia-sia usaha mereka, hanya dengan membuat konsep selama kurang lebih 1 minggu maka karya mereka layak melangkah ke Jepang bersanding dengan karya mahasiswa negara lainnya.

Lain halnya dengan karya Sweet Tale, konsep yang dipersipkan hanya dalam 4 hari saja. Asal mua konsep tersebut dari keinginan agar cerita rakyat Indonesia dapat dikenal di luar negeri.

“Karena itulah, kami memutuskan membuat Sweet Tale yang terdiri dari 3 kemasan. Sweet Tale merupakan sebuah produk manisan yang berisikan manisan tradisional Indonesia, dengan mengusung cerita rakyat yaitu dongeng Timun Mas dari Jawa Tengah yang menceritakan seorang janda tua yang mendapatkan seorang bayi melalui buah timun mas yang ditanam hasil pemberian dari seorang raksasa hijau,” kata Raymond.

Pada kemasan bunga, disetiap kelopaknya terdapat cerita singkat yang menceritakan dongeng mengenai Timun Mas.

“Produk manisan ini ditujukan untuk sebuah keluarga terutama anak-anak agar manisannya dapat dinikmati secara bersama-sama sekaligus dapat menjadi pembelajaran dalam mengenal cerita rakyat Indonesia bagi anak-anak. Anak-anak menyukai sesuatu yang manis, sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk mempelajari sesuatu apabila mereka menyukainya,” tambah Marcella. (Tls)

Add a Comment