Jelang Pilkada 2018, Forum Rektor se-Jawa Timur Satukan Misi

Surabaya (wartasas.com) – Memanasnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pillkada) khususnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Jawa Timur mulai disikapi banyak pihak. Salah satunya, Forum Rektor Jawa Timur yang diketua oleh Prof. Mohammad Nuh DEA selaku Penasihat Peguyuban Rektor Jatim.

Demi keamanan dan kesejahteraan jelang Pilkada Serentak di Jawa Timur, Forum Rektor se-Jawa Timur menggelar Sarasehan dan Silaturahmi di Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, pada  Sabtu sore, 06 Januari 2018, dengan pembahasan “Menyingkapi Pemilu  di Jawa Timur”.

Ada 12 Rektor dari Universitas se Jawa Timur turut hadir, diantaranya Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Rektor Unesa Prof. DR. Warsono M.S, Rektor ITS Surabaya Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, Rektor Unair Prof.Dr.Mohamad Nasih.,SE., Rektor Universitas Jember, Rektor Universitas Brawijaya Malang, Rektor UINSA, Rektor Universitas Negeri Malang, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Rektor UPN dan Rektor Universitas Darul Ulum Jombang.

Dalam paparannya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,  Mohammad Nuh sekaligus Penasihat Peguyuban Rektor Jatim mengatakan, bahwa, sarasehan dan diskusi bersama ini disamping sebagai ajang silaturahmi juga sekaligus membahas dan menyikapi terkait Pemilu Pilkada 2018 yang akan diadakan di Jawa Timur.

“Ini merupakan wujud kepedulian Rektor Perguruan Tinggi yang ada di Jawa timur untuk terus mengawal jalannya Pilkada di Jawa Timur dengan harapan wilayah Jawa Timur terus aman, tentram dan tidak terjadi gesekan yang mengganggu,” ucap Prof. M. Nuh DEA dalam paparannya, Sabtu sore, (06/01/18).

“Jangan sampai Jawa Timur terpecah belah hanya karena ada kegiatan Pilgub. Yang diakibatkan karena masing masing saling tuding menuding, saling jelek menjelekan akhirnya terjadi konflik,” tambahnya.

Prof. M. Nuh DEA menyampaikan, seluruh rektor sepakat untuk menyatukan misi visi bahwa Pilkada di Jatim jangan sampai membuat Jatim yang dulunya sejuk dan damai jadi berubah hanya karena potensi untuk terjadi konflik akibat Pilkada sangat tinggi.

“Semua orang memiliki hak untuk memilih. Mau memilih A silakan, mau memilih B yah monggo, asal jangan sampai memaksakan kehendak kepada orang lain yang mengakibatkan terjadinya perselisihan,” terang Prof. M. Nuh.

Forum Rektor se-Jawa Timur dalam diskusinya berharap kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan menghargai Hak Pilih Masyarakat agar tercipta kedamaian.

Sedangkan, kepada Calon Pemimpin, secara tegas Prof. Mohammad Nuh mengatakan untuk memberikan contoh yang terbaik bagi rakyat dan tidak mengumbar janji serta selalu menepati janji yang sudah disampaikan sebelum menjabat.

Usai menggelar sarasehan dan diskusi bersama, Prof. M. Nuh didampingi Prof. Achmad Jazidie dan Prof. Kacung selaku tuan rumah merubah suasana menjadi guyup dengan mengajak seluruh rektor untuk ramah tamah dengan makan duren sepuasnya. (Tls)