ITS Terus Berkomitmen Bantu Pulihkan Kondisi Lombok Pascabencana

Lombok (wartasas.com) – Dalam masa pemulihan kondisi Lombok pasca terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7 skala richter pada 29 Juli lalu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus memberikan bantuan baik materi maupun non materi untuk memperbaiki kondisi dan meingankan beban para korban gempa Lombok.

Kali ini, pada Kamis, 04 Oktober 2018 Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD bersama Tim Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS yang dari awal sudah bertekad membantu Lombok kembali mengunjungi para korban yang ada di Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Dimana, di desa tersebut posko bantuan bencana alam ITS didirikan.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor ITS beserta Tim disambut baik oleh Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH. Pada kesempatan itu, Rektor ITS juga menyampaikan progres bantuan ITS yang berkomitmen membangun 914 Hunian Sementara (Huntara) di desa Rempek Darussalam ini.

Prof Joni Hermana menyampaikan bahwa, ITS tidak akan meninggalkan Lombok dan akan terus berkomitmen untuk membantu proses pemulihan kondisi kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur di Lombok Utara pascabencana.

“Karena, hal ini juga merupakan sebuah pembelajaran yang baik bagi segenap sivitas akademika ITS bahwa sebagai perguruan tinggi, ITS mampu melakukan upaya untuk memberdayakan masyarakat dan memulihkan kembali kondisi mereka tanpa harus bergantung pada bantuan dari pemerintah yang dirasa sulit,” kata Joni saat mengunjungi Lombok, Kamis, (04/10/18).

“Saya sangat terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh segenap tim ITS dalam jangka waktu yang singkat, berhasil memotivasi dan memfasilitasi masyarakat setempat agar mereka kembali pulih dan membangun wilayahnya secara mandiri,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar mengaku bangga dan senang atas apa yang telah diperbuat oleh Tim ITS dengan membantu warga Lombok yang telah mendapatkan musibah.

Bupati Lombok Utara juga menyampaikan program Huntara ITS ini sangat membantu dan bermanfaat sekali bagi warganya. Pasalnya, Najmul juga telah mencanangkan program ‘Kembali ke Rumah’ untuk warganya. Sehingga diharapkan tidak ada lagi warga yang menempati tenda-tenda pengungsian.

“Karena hal itu dapat menurunkan psikologis korban gempa jika tidak secepatnya kembali ke rumah dan lingkungan mereka. Adanya peran perguruan tinggi dalam bantuan di Lombok ini sangat membantu, karena bantuan bisa terlaksana secara langsung,” terang Najmul.

Di desa Rempek Darussalam dampingan ITS total ada 3.300 orang yang kehilangan rumah, belum di daerah lain. Dan, saat ini di desa Rempek Darussalam dampingan ITS sudah bisa menikmati air bersih walau masih belum maksimal. Ada beberapa rumah yang sudah bisa mengambil air bersih dari sumbernya dengan pipa-pipa yang dibangun secara swadaya ITS bersama masyarakat, dan ada juga rumah yang masih mengandalkan tandon air untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya.

Sementara, untuk listrik sudah dapat dinikmati kembali oleh masyarakat sana.Kini dari total 100 Huntara ITS 1.0, yang sudah dihuni oleh warga berjumlah 23 rumah, sisanya masih dalam proses pembangunan dan sudah jadi semua rangkanya.

“Kami terus akan menyelesaikan pembangunan 914 Huntara ini, dan mereka yang sudah membantu dana untuk membangun Huntara bisa melihat rumah hasil sumbangan mereka di website sites.its.ac.id/rempekd,” pungkasnya.

Kesuksesan ITS dalam mendampingi Desa Rempek Darussalam ini juga tak lepas dari bantuan para relawan ITS yang berasal dari Lombok asli dan para mahasiswa ITS yang menjadi relawan sejak awal musibah terjadi. Hingga saat ini, sudah ada lima kloter mahasiswa yang secara bergantian diberangkatkan ke Lombok, tugas mereka selain mendata kebutuhan masyarakat di sana, juga memberikan terapi trauma healing kepada anak-anak di sana. (Tls)