ITS Buka Aktuaria untuk Penuhi Kebutuhan Aktuaris di Indonesia

Surabaya (wartasas.com) – Minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang aktuaris yang ada di Indonesia, menjadikan peluang buat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka departemen bidang pendidikan Aktuaria.

Seperti yang disampaikan Kepala Laboratorium Statistika Ekonomi, Finansial dan Aktuaria, R Mohamad Atok SSi MSi PhD, bahwa, langkah ini untuk untuk membantu pemenuhan kebutuhan tenaga aktuaria yang masih sangat jarang di Indonesia.

“Pembentukan departemen Aktuaria ini juga sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan Nasional RI pada tahun 2012. Dengan persiapan yang matang, terhitung mulai tahun 2018 ini ITS resmi membuka Departemen Aktuaria,” kata Atok saat ditemui di kantor ITS Surabaya, Rabu, (31/01/18).

“Semakin banyaknya perusahaan dan pusat bisnis yang berkembang di Indonesia, membuat kebutuhan akan tenaga profesional yang mampu mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistika di dunia bisnis kian meningkat,” tambahnya.

Di sisi lain, masih menurut Mohamad Atok meningkatnya kebutuhan tersebut tidak didukung oleh jumlah sumber daya manusia yang memadai. Mengingat tidak ada satupun perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memiliki progam studi atau departemen yang sesuai dengan bidang tersebut.

Pada tahun 2012 Menteri Pendidikan Nasional menginstruksikan pada lima perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia untuk mendirikan departemen aktuaria yaitu ITB, IPB, UGM, ITS dan UI.

“Namun tahun 2016 lalu baru IPB yang sudah membuka (departemen) aktuaria. Sedangkan, ITS sendiri memerlukan waktu selama dua tahun untuk menyiapkan berdirinya departemen aktuaria ini,” terangnya.

Dengan suatu progam untuk mendukung berdirinya progam studi Aktuaria dengan cara memberikan pembekalan pada para dosen statistika. Para dosen tersebut disiapkan untuk mengajar ilmu aktuaria nantinya. Selain itu, untuk menyukseskan progam studi baru ini, ITS juga bekerjasama dengan Universitas Waterloo di Kanada. Di UI pun, departemen aktuaria ini juga resmi didirikan tahun 2018 ini.

Pria berkacamata ini menjelaskan bahwa 70 persen ilmu aktuaria juga dipelajari di statistika. Yang membedakannya hanyalah bahwa ilmu aktuaria selain membahas suatu peluang, juga menghitung risikonya.

“Diharapkan, di tahun 2018 departemen aktuaria ITS sudah bisa membuka pendaftaran melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan pendaftaran Program Kemitraan dan Mandiri (PKM),” ungkapnya.

ITS menargetkan, total mahasiswa yang akan diterima dari ketiga jalur tersebut sebanyak 60 mahasiswa. Ke depannya, setelah dibukanya departemen Aktuaria ini diharapkan juga akan memberi manfaat besar serta mampu memenuhi tingginya permintaan tenaga aktuaris di pasar bisnis Indonesia. (Tls)