ITS Borong Juara Konferensi Logika di UI

Surabaya (wartasas.com) – Tak henti hentinya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menorehkan kebanggaan atas karya karya yang telah diciptakan demi kemajuan didunia pendidikan Indonesia.

Kali ini, delegasi Departemen Statistika ITS Surabaya berhasil memborong juara di tiga subtema sekaligus dalam Konferensi Logika UI yang diselenggarakan oleh Departemen Matematika Univesitas Indonesia (UI) pada 28 Januari lalu.

ITS mengirim empat delegasi untuk bertanding di tiga subtema yang dilombakan. Hasilnya, satu delegasi ITS berhasil menyabet juara pertama dalam subtema Makro Mikro Ekonomi dan juara ketiga dalam subtema Teknologi dan Industri. Sedang satu delegasi lainnya juga berhasil sabet juara pertama subtema Kesehatan dan Medis.

Dalam kesempatan press realese yang digelar ITS pada Kamis, 01 Februari 2018 menghadirkan anggota delegasi Fazlur Rahman, Ridza Whidyaningrum, dan Rizky Nanda.

Fazlur Rahman, salah satu anggota delegasi mengatakan, bahwa, dalam kompetisi tersebut terdapat tiga subtema yakni, subtema Makro Mikro Ekonomi, subtema Teknologi dan Industri, dan subtema Kesehatan Medis.

Alhamdulillah kelompok kami ikut dua subtema dan meraih juara semua. Meskipun, sebenarnya target kami adalah juara pertama dalam semua subtema, tapi kami tetap bersyukur atas hasil yang telah kami capai,” kata Fazlur dalam press realese di ITS, Kamis, (01/02/18).

“Saya tidak menyangka saat pengumuman lolos abstraksi hanya diambil 10 tim setiap subtema, dan kami berhasil lolos dua-duanya,” tambahnya.

Tim Fazlur berhasil raih juara ketiga di subtema Teknologi dan Industri dan juara pertama di subtema Makro Mikro Ekonomi. Sementara satu tim ITS lain yang terdiri dari Eliya Ainul Farri, Roudhothul Lathifah, dan Ayu Febriana DR dinobatkan sebagai juara pertama dalam subtema Kesehatan dan Medis.

Mahasiswa yang berada di tahun ketiga ini, baru mulai menekuni diri mengikuti berbagi bidang lomba. Salah satunya lomba di Konferensi Logika UI ini. Awalnya mereka bertiga hanya mengikuti satu subtema, namun karena dorongan salah satu anggota tim mereka akhirnya mengikuti dua subtema. Mereka mampu mengalahkan tim mahasiswa lain dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. (Tls)