Forum ACNET 2017 Langkah Indonesia Menghadapi Bonus Demografi 2045

Surabaya (wartasas.com) – Guna mendukung kekuatan besar yang dimiliki Indonesia yang diuntungkan oleh bonus demografi di masa yang akan datang, perguruan tinggi di negara-negara ASEAN yang menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi China, menggelar forum ASEAN-China Network (ACNET) 2017.

Dalam gelaran forum ASEAN-China Network (ACNET) 2017 yang diselenggarakan selama dua hari di kota Surabaya pada tanggal 28 – 29 Nopember 2017, 17 diikuti 17 peserta lain dari China dan ASEAN.

Kegiatan berskala internasional ini dibuka secara resmi pada Selasa, 28 Nopember 2017 oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Dr Muhammad Dimyati didampingi oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Dalam sambutannya, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan bahwa, kerjasama ini berpotensi menggemparkan dunia apabila terjalin dengan baik.

“Keunggulan jumlah populasi dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua kelompok negara tersebut apabila disatukan mampu menjadi poros inovasi yang menjanjikan. Apabila nantinya kerjasama ini bisa terjalin dengan baik, kita bisa mengguncang dunia,” kata Muhammad Dimyati dalam sambutannya, Selasa, (28/11/17).

Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD juga menyampaikan bahwa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang tergabung ditunjuk menjadi tuan rumah untuk 17 peserta lain dari China dan ASEAN.

“Kerjasama ini dianggap sebagai pondasi penting guna mendukung kekuatan besar yang dimiliki Indonesia yang diuntungkan oleh bonus demografi di masa yang akan datang. Berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam dekade terakhir, negara China beserta beberapa negara ASEAN diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi dan teknologi baru di dunia,” terang Joni.

“Khususnya Indonesia, bonus demografi membuat negeri ini diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 4 pada tahun 2050 mendatang. Didasari potensi besar itulah ACNET didirikan,” imbuhnya.

Dalam kerjasama tersebut meliputi International Student Mobility, Academic-Non Academic Staff Mobility, Joint Research-Innovation, Joint Academic Porgram, Joint Seminars, Workshop, serta sejumlah bentuk kerjasama lainnya.

Pertemuan dua tahunan ini pun berlangsung untuk menyusun, memonitori, dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

“Untuk mendukung hal itu dibutuhkan suatu kolaborasi yang bisa membuat Indonesia dapat berkembang dengan pesat,” pungkasnya.

Bersamaan dengan pembukaan ACNET yang merupakan bagian dari perhelatan ITS International Events 2017, dimulai pula pertemuan antar perguruan tinggi di Indonesia bagian timur yang tergabung dalam EPI-UNET di tempat yang sama.

Dalam pertemuan ini, para rektor perguruan tinggi bagian timur Indonesia akan bertemu dengan 20 rektor perguruan tinggi China dan ASEAN (ACNET) untuk lebih memperkuat jaringan internasional masing-masing perguruan tinggi yang tergabung. (Tls)