Biskuit ala Unusa “Bik Nunnah Mringis” Atasi Mual Ibu hamil

Surabaya (wartasas.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tidak pernah berhenti dalam berkarya dan berinovasi demi untuk kepentingan bersama serta masyarakat luas.

Kali ini, empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Unusa yaitu Wahyu Erisa Fitrl, Nurul Afifatul Azizah, Tika Pratama Putri mahasiswa DB Kebidanan dan Khoirun Nabila mahasiswa S1 Keperawatan berkolaborasi menciptakan inovasi baru dalam bentuk biskuit yang diberi nama “Bik Nunnah Mringis” yaitu Biskuit Nutrisi Sunnah Atasi Morning Sickness.

Nama yang unik serta rasa yang enak membuat produk biskuit tersebut, mendapatkan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2017.

Nurul Afifatul Azizah Ketua Kelompok Tim  mengatakan bahwa dirinya bersama Tim tidak menyangka bakalan lolos seleksi Kemristekdikti untuk mendapatkan hibah program KBMI.

“Awalnya kami membuat biskuit “Bik Nunnah Mringis” ini karena terinspirasi untuk membantu ibu ibu yang sedang hamil guna mengatasi mual pada trimester pertama. Agar, Morning Sickness dapat teratasi dengan cara yang mudah,” kata Nurul ketika ditemui dalam uji coba pembuatan biscuit “Bik Nunnah Mringis” di Kampus Unusa Jemursari, Selasa, (23/01/18).

”Lalu, kami berinisiatif untuk membuat proposal, terus kami ikutkan dan Alhamdulillah ternyata berhasil dan terpilih,” tambahnya dengan wajah gembira.

Masih menurut penuturan Nurul, pada Juli 2017 proposal dikirimkan ke panitia seleksi. Pada akhir Agustus diumumkan hendapatkan hibah senilai Rp 30 juta dari Rp 35 juta yang diajukan. Dari dana yang cair 80 persen itu dibuat untuk berproduksi.

Sedangkan, bahan untuk pembuatan biscuit “Bik Nunnah Mringis” dipilih dari buah kurma. Karena, menurut Nurul, Buah kurma adalah buah yang disunnahkan Rasulullah Muhammad SAW untuk dikonsumsi umatnya karena kandungannya yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

“Sengaja kami memilih buah kurma sebagai bahan utama pembuatan biscuit “Bik Nunnah Mringis” karena kandungan nutrisinya sangat tinggi dan bagus buat kesehatan. Sehingga, kurma sangat bagus untuk menggantikan nutrisi ibu hamil yang berkurang karena mengalami morning sickness,” terangnya.

Menurut pengalaman para tim yang sudah pernah melakukan praktek, diketahui 80 persen ibu hamil mengalami morning sickness. Diharapkan, dengan biscuit “Bik Nunnah Mringis” mampu memberikan rasa nyaman dan mengurangi rasa mual akibat morning sickness.

Untuk bahan bahan tambahan selain Kurma, ada mentega 150 gr, tepung terigu 200 gr, telur ayam 1 butir, kurma 14 butir, susu bubuk 100 gr, tepung maizena 25 gr, dan gula bubuk 75 gr. Sedangkan, cara pembuatannya, semua bahan tersebut dicampur menjadi adonan kue, sedangkan kurma direndam diambil sari airnya. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam plastik selanjutnya untuk dicetak berbentuk kepingan. Agar lebih cantik dan memaksimalkan manfaatnya, buah kurma yang direndam dipotong kecil kecil lalu ditaburkan di atas kepingan biskut.

“Yang pasti, semua bahan yang kita gunakan tidak menggunakan bahan pengawet sehingga inshaa allah dijamin halal dan nikmat untuk dikonsumsi ibu ibu hamil,” ungkap Nurul.

Ditempat yang sama, Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Saleha mengaku senang melihat mahasiswa Unusa mulai giat untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kemristekdikti.

“Karena, dengan mengikuti ajang-ajang seperti itu tidak hanya mengangkat nama baik mahasiswa sendiri namun, juga mengangkat nama baik almamater. Dan, Bangganya lagi, dari keempat mahasiswa itu semuanya adalah mahasiswa bidikmisi,” papar wanita yang akrab disapa Umdatus.

Kini, Nurul beserta timnya sudah berhasil memproduksi “Bik Nunnah Mringis” ini, 6 kali dalam sebulan di mana satu kali produksi bisa menghasilkan 40 pak berisi 300 gram atau 15 keping biskuit.

“Untuk sementara, kami memasarkan biscuit ini melalui Medsos, mengunjungi tempat tempat praktik maupun saat menggelar pameran dengan harga yang sangat terjangkau yaitu 28 ribu per paknya,” urainya. (Tls)