Bentuk Mahasiswa Beintelektual dan Beraklak, Unusa Adakan Kuliah Umum

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka membentuk mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi dan beraklak, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali mengadakan Kuliah Umum.

Kuliah Umum bertemakan “Membangun Peradapan Indonesia Melalui Perspektif Kemaritiman” yang diadakan pada Kamis, 07 Februari 2019 di Unusa kampus B Jemursari Surabaya menghadirkan langsung narasumber hebat yaitu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjahitan.

Tampak turut hadir dalam Kuliah Umum, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) yang membawahi Unusa, Prof Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie dan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Dalam sambutannya, Luhut Binsar Pandjahitan, menyampaikan pesan sekaligus mengajak seluruh generasi muda khususnya mahasiswa Unusa untuk turut menjaga marwah NU.

“Sebagai mahasiswa dan generasi NU yang memiliki intelektualitas, kalian harus dapat menjaga marwah dan nama baik NU,” ucap Luhut dihadapan ratusan mahasiswa Unusa, Kamis, (07/02/19).

Dalam kesempatan kuliah umum tersebut, Luhut juga menyampaikan bahwa, dirinya yang sebagai prajurit tidak akan membiarkan Indonesia didikte oleh negara mana pun. Karena, Indonesia adalah negara besar dan harus mampu berdiri sendiri.

“Oleh karena itu, demi kemajuan bangsa Indonesia dan kesejahteraan rakyat Indonesia kita harus bisa bersama sama menjaga wilayah Indonesia agar tidak terpecah belah. Dan, sebagai generasi muda penerus bangsa, kalian mahasiswa yang berintelektual tinggi harus bisa lebih maju dan menjadikan Indonesia lebih baik,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) yang membawahi Unusa, Prof Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa, keberadaan Unusa disiapkan untuk menyiapkan 100 tahun usia NU pada tahun 2026.

“Melalui Unusa diharapkan generasi muda NU akan memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan yang memadai untuk memasuki satu abad kemerdekaan Indonesia 2045,” harap mantan Mentri Pendidikan tersebut.

M. Nuh juga mengingatkan dan mengajak warga NU khususnya mahasiswa Unusa untuk menjaga suasana menjelang Pemilu dengan damai dan sejuk. Karena, biasanya suasana jelang Pemilu selalu panas.

“Kalau panas biasanya berkeringat dan jika berkeringat kita kepingin membuka baju. Padahal kalau sudah membuka baju, maka aurat akan terlihat. Dan, jika aurat terlihat maka sholat tidak sah,” terangnya.

“Oleh karena itu, ayo kita semua menjaga suasana jangan sampai berkeringat dan sampai membuka baju. Hangat saja boleh, dan memang harus hangat, tapi jangan sampai panas dan berkeringat,” serunya. (Tls)