Belajar Budaya Dunia, Didik Siswa SD SAIM Menjadi Kreatif dan Inovatif

Surabaya (wartasas.com) – Belajar tidak mengenal batas ruang dan waktu. Hal ini yang selalu diterapkan oleh SD SAIM (Sekolah Alam Insan Mulia), yang berada di Jalan Medokan Semampir Indah Surabaya, untuk mendidik dan mengedukasi seluruh siswanya agar terus giat belajar. Salah satu cara yang diterapkan SD SAIM adalah dengan Belajar Budaya Dunia.

Belajar Budaya Dunia merupakan salah satu program belajar yang diberikan kepada siswa kelas VI SD SAIM untuk lebih mengenal kebudayaan dan aneka ragam yang dimiliki oleh Negara lain. Kali ini, Belajar Budaya Dunia kembali diselenggarakan dengan bertajuk International Culture Exhibition (ICE) pada Selasa, 27 Februari 2018 di halaman SD SAIM Surabaya.

Sebanyak 23 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Denmark, Brasil, Syaria, Palestine, Ethiopia, Myanmar, USA, Itali, Canada Rwanda dan East Timor, turut hadir di SD SAIM Surabaya, untuk menyemarakkan dan saling berbagi cerita serta berbagi ilmu.

Ahmad Mukhtar Fanani, Kepala Sekolah SD SAIM Surabaya mengatakan bahwa, tujuan diselenggarakan acara Belajar Budaya Dunia bertemakan ICE 2018 adalah mengenalkan kebudayaan internasional kepada para siswa kelas VI. Karena, sudah memasuki ke jenjang SMP.

“Dengan acara ini, diharapkan dapat saling mengenalkan kebudayaan masing masing Negara termasuk kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Sehingga, nantinya dimana pun dan kapan pun kita berada dapat menunjukkan identitas kita sebagai Indonesia,” kata Mukhtar saat ditemui disela sela acara, Selasa, (27/02/18).

“Belajar Budaya Dunia merupakan kegiatan rutin tahunan yang kita selenggarakan. Namun, disetiap tahun kita memiliki tema tema yang berbeda,” tambahnya.

Dalam acara International Culture Exhibition (ICE) akan dipresentasikan 72 stan pameran yang menggambarkan budaya dari 72 negara. Serta, banyak lomba dan kegiatan yang menunjukkan Negara masing masing peserta seperti pakaian adat Negara, makanan khas serta souvenir khas Negara.

Acara menarik bertema “Together for Peace” ini merupakan buah kerja sama SD SAIM dengan International Office ITS, International Office UNAIR, Resilience Institute UNTAG, Rotary Club, Equiphubs, dan PT Propan Raya.

Erie Nurwahyuni wali murid dari Adityatma (9) siswa kelas 3 SD SAIM menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya acara Belajar Budaya Dunia bertemakan ICE 2018. Sebab, dengan acara tersebut, anak anak bisa belajar bahasa asing.

“Meskipun putra kami masih kelas 3, tapi saya sebagai walimurid sangat mendukung acara ini. Karena, acara ini disamping konsepnya bermain namun juga banyak nilai edukasi yang diberikan serta mengajak siswa untuk kreatif,” terang Erie.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ardenia walimurid dari Divania siswa kelas 1 Dakon SD SAIM, bahwa dirinya sangat bersyukur kegiatan yang sarat dengan edukasi internasional sangat bagus untuk diikuti agar para siswa dapat terus mengembangkan kratifitas terutama dalam hal berbahasa.

“Kali ini, putri saya juga turut memberikan dukungan untuk menyemarakkan acara dengan menyumbangkan suara dan bernyanyi sesuai tema ICE 2018,” pungkas Ardenia. (Tls)