Pemprov Jatim Turunkan Tingkat Kemiskinan Hingga 10,1 Persen di 2018

Surabaya (wartasas.com) – Langkah utama untuk menurunkan tingkat kemiskinan yang ada di Jawa Timur menjadi perhatian khusus pemerintah Jatim. Karena, bidang seperti ekonomi, sosial, dan pendidikan di Jatim telah terselesaikan.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penurunan Kemiskinan di Jatim, pada Selasa, 06 Februari 2018 di Kantor Gubernur Jatim Surabaya.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan bahwa, Jatim mentargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 10,1 persen pada Maret 2018 dan 9,44 persen pada September 2018.

“Target ini merupakan penurunan yang cukup signifikan yakni sebesar 1,76 persen, dari kondisi periode September 2017 sebesar 11,20 persen. Dengan target ini berarti kemiskinan di Jatim akan berada di bawah rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9,62%,” ucap Pakde Karwo dalam sambutannya, Selasa, (06/02/18).

“Kami optimis target ini bisa tercapai. Sebab berdasarkan pengalaman yang dilakukan selama memimpin Jatim, provinsi ini telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan  dari 18,51 persen pada Maret 2009 persen dan turun jadi 11,20 persen pada September 2017,” tambahnya.

Berbagai langkah dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinann ini. Diantaranya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial menjadi leading sector yang harus saling berkoordinasi dan secara komprehensif untuk melakukan program-program penurunan kemiskinan dan dirinya sendiri yang memutuskan langkah-langkah teknis dan strategis dalam program ini.

“Bappeda menjadi penanggung jawab dari segi perencanaan dan yang mengimplementasikannya adalah Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ini yang kemudian harus paham detailnya,”  terang orang nomor satu di Jawa Timur.

Menurutnya, terdapat dua hal yang telah dan tetap dijalankan dari tahun ke tahun untuk pengurangan kemiskinan inu, yakni program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) dan Pengurangan Feminisasi Kemiskinan.

Berdasarkan data BPS Jatim, sekitar 23 persen kemiskinan di pedesaaan ditentukan oleh beras. Sedangkan beras mempengaruhi kemiskinan di perkotaan sebanyak 19 persen. Untuk itu penanganan kemiskinan dengan memberikan bantuan beras subsidi menjadi salah satu solusi di Jatim. Bantuan beras atau pangan menjadi langkah yang paling tinggi untuk mengurangi kemiskinan.

Sebagai implementasinya, Dinas Pemberdayaan dan Desa Prov. Jatim memberikan bantuan beras bersubsidi tahap I dan II kepada sebanyak 69.276 rumah tangga pada percentil 9 dan 58.575 rumah tangga pada percentil 10. Bantuan ini dilakukan berdasarkan sensus by name by address yang dilakukan bersama BPS Jatim. Selain beras bersubsidi, beras rastra juga diberikan kepada masyarakat miskin melalui Dinas Sosial Prov. Jatim. (Tls)