Pakde Karwo : Memberikan Keadilan Merupakan Tugas Utama Pemerintah

Surabaya (wartasas.com) – Keamanan NKRI sudah menjadi tanggung jawab TNI RI dan kriminalitas menjadi tugas utama penegak hukum seperti Polri. Namun, masalah keadilan itu adalah tugas utama pemerintah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo saat memberi sambutan pada acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Walikota dan Wakil Walikota Batu di Gedung DPRD Kota Batu, Senin, 08 Januari 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo menyampaikan, bahwa, masalah keadilan menjadi tugas pemerintah. Pemerintah harus bisa bertindak adil, dengan mengurus yang lemah atau kecil dan memberikan fasilitas kepada yang besar.

“Jangan dibiarkan yang kecil kalah dalam bertarung dengan yang besar, ya pasti kalah. Yang kecil, harus diutamakan dan diberdayakan serta dibantu agar mereka bisa dan mampu  berkarya,” ucap Pakde Karwo dalam sambutannya, Senin, (08/01/18).

“Kalau sudah bisa berkarya, dipastikan mereka bisa hidup dan berkembang. Sementara itu, yang besar difasilitasi. Dengan demikian, mereka sama-sama bisa hidup berdampingan dan berkembang  dengan baik,” tambahnya dengan tegas.

Pakde Karwo  minta Pemerintah Kota Batu  harus mempunyai komitmen  terhadap proses pembangunan  berkelanjutan  yaitu yang baik  harus dilanjutkan. Jangan sampai program pembangunan  dibongkar semua dan membuat  program baru  semua, tidak mengindahkan  program pembangunan yang lama meskipun itu bagus.

“Jadi harus ada kesinambungan, yaitu yang baik dilanjutkan dan yang kurang baik diganti dengan program pembangunan yang baru. Karena, pemegang otoritas keuangan itu ada  pada walikota bukan di wakil walikota. Untuk itu harus segera dibicarakan  dengan DPR mengenai rencana program pembangunan dengan baik dan transparan,” terang orang nomor satu di Jawa Timur.

Masih menurut Pakde Karwo, bahwa diharapkan pengelolaan keuangan harus benar-benar transparan. Apalagi saat ini proses perencanaannya juga sudah online melalu program E-Budgeting.

Menyinggung, komitmen RPJMD Kota Batu dengan Nawa Bhakti (Pembangunan berkelanjutan) yaitu membangun  Batu dari pinggiran  yaitu dengan Desa Berdaya  dan Kota Berjaya, Pakde Karwo menyarankan,  selain membangun daerah  menggunakan budaya,  satu hal paling penting lainnya dan menjadi dasar dalam keberhasilan pembangunan yakni  spiritual.

“Dengan landasan agama yang kuat, diyakininya semua akan menjadi baik dan jalannya lancar. Selain tokoh agama, tokoh masyarakat juga hendaknya dilibatkan dan diajak ngomong atau rembukan. Dengan  ngumpul bareng  membicarakan rencana program, hasilnya akan jauh lebih baik dan bagus dari pada  hasil yang dipikirkan sendiri. Sebab, hasil pikiran sendiri belum tentu bisa diterima oleh orang lain,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Batu Dewanti Rumpoko juga memaparkan bahwa, pertumbuhan ekonomi Kota Batu tumbuh signifikan yang topang tiga sektor  utama,  yakni perdagangan sebesar 18 %, pertanian sebesar 16 % dan sektor pariwisata sebesar 15 %.

“Saat ini perjalanan pemerintahan Kota Batu sudah memasuki usia yang ke-16 atau usia yang relatif masih muda untuk ukuran berdirinya sebuah kota. Selama kurun waktu tersebut telah terjadi pergantian kepemimpinan daerah selama 4 (empat) periode. Meski usianya relatif masih muda, namun masyarakat Kota Batu sangat  dewasa dalam masalah proses politik. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan pemilukada yang lalu berjalan lancer dan tertib,” paparnya. (Be/Tls)