Pakde Karwo Buka Jembatan Widang dan Tinjau Jalan Tol Fungsional Kertosono-Wilangan Jelang Libur Lebaran

Tuban (wartasas.com) – Menyambut libur panjang serta Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meninjau kesiapan infrastruktur jalan, termasuk jembatan yang akan dilalui para pemudik.

Kunjungan Pakde karwo sapaan akrab gubernur Jatim pada Rabu, 06 Juni 2018, diawali dengan pembukaan Jembatan Widang Tuban untuk kendaraan. Kendaraan dari arah Lamongan menuju Tuban maupun sebaliknya bisa menggunakan dua ruas jembatan.

Pakde Karwo dalam sambutannya menyampaikan bahwa, jembatan sudah dites kemampuan dan kekuatannya untuk dilalui kendaraan. Berdasarkan hasil tes kelayakan jembatan, kendaraan bermuatan besar yang diperbolehkan maksimal 40 ton beban total.

“Karena maksimalnya 40 ton, truk atau kendaraan bermuatan besar, truk tidak boleh berjejeran saat melewati jembatan ini,” kata Pakde Karwo dengan tegas dalam sambutannya, Rabu, (06/06/18).

Pakde Karwo juga mengapresiasi atas penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan tol fungsional Kertosono-Wilangan sepanjang 38 Km, termasuk penyelesaian Jembatan Besuk yang berada di atas Sungai Avur Besuk. Jembatan tersebut ada di antara Desa Bandar Kedungmulyo dengan Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, yang dijadwalkan selesai Jumat tanggal 8 Juni dan beroperasi pada Sabtu tanggal 9 Juni mendatang.

“Dengan beroperasinya tol fungsional ini sangat membantu para pemudik untuk menghindari kemacetan di jalur utama saat arus mudik dan balik tahun 2018. Dan, ini sebagai solusi mengatasi kepadatan mobilitas transportasi di jalan utama dari Surabaya ke luar kota,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BBPJN VIII I Ketut Dharmawahana menjelaskan, sebelum pembukaan jembatan, pihak BBPJN VIII telah melakukan tes pembebanan dengan melewatkan kendaraan bermuatan berat dengan total maksimal 40 ton. Setelahnya, dievaluasi kembali, apakah berdampak pada kondisi jembatan.

“Yang dikatakan jembatan berfungsi baik itu ketika dilalui kendaraan bermuatan berat jembatan turun sedikit, kemudian setelah dilewati kondisi jembatan kembali pada posisi awal. Artinya keelastisan jembatan berfungsi normal,” terang Ketut.

Ditempat yang sama, Kepala Satuan Kerja (Satker) Tol Solo-Kertosono Agung Sutarjo menjelaskan, jalur tol fungsional Kertosono-Wilangan yang digunakan satu arah dari Surabaya hingga H+2. Apabila terjadi kemacetan, jembatan bailey yang berada di samping Jembatan Besuk juga akan dipergunakan.

“Pada hari mudik dari timur ke barat keluarnya di Caruban, satu arah semua. Setelah H+2 dari barat ke timur bisa lewat jalan tol fungsional. Sedangkan, untuk jalan tol fungsional, dioperasikan pada pukul 07.00-17.00 WIB. Apabila kondisi jalan pantura terjadi kemacetan, maka aparat akan mengalihkan ke jalan fungsional tadi,” papar agung.

Jalan Tol Kertosono-Wilangan ditargetkan selesai dikerjakan pada Desember 2018. Untuk progres dari total Jalan tol Kertosono-Wilangan telah mencapai sekitar 73 persen. (Ni/Tls)