Kondisi Kota Surabaya Mulai Pulih dan Terkendali

Surabaya (wartasas.com) – Kondisi pasca pengeboman dibeberapa gereja di Kota Surabaya berangsur angsur mulai pulih. Ini terlihat dari mulai banyaknya masyarakat yang kembali beraktifitas dan para jemaat yang mulai beribadah kembali di gereja.

Hal ini juga dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo usai melakukan peninjauan ke gereja yang terkena musibah pengeboman bersama Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, M.A pada Minggu, 10 Mei 2018.

Dalam jumpa pers yang digelar di gedung negara Grahadi, Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim menyampaikan bahwa, masyarakat Jawa Timur khususnya warga Surabaya dan sekitarnya telah yakin keamanan di Surabaya telah terkendali.

“Untuk menciptakan rasa aman berbagai lapisan masyarakat juga ikut andil bagian dalam pengamanan gereja-gereja seperti Banser NU, Satpol PP, hingga siswa-siswi pramuka,” kata Pakde karwo dalam jumpa pers di Grahadi, Minggu, (20/05/18).

“Terhadap permasalahan terorisme, saat ini masyarakat telah memberikan hukuman atau sanksi sosial, seperti reaksi tidak boleh dimakamkan di daerahnya,” tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa, masyarakat mulai merasa pentingnya hidup berdampingan secara pluralisme dengan damai, dan sepakat bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

“Masyarakat juga telah tahu bahwa terorisme bukan perintah agama, karena tidak ada agama manapun yang mengajarkan pembunuhan seperti itu,” tegas Pakde Karwo.

Keempat gereja yang dikunjungi Pakde Karwo, yaitu Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl. Ngagel Jaya Utara 81 Surabaya, Gereja Santa Maria Tak Bercela/SMTB di Jl. Ngagel Madya 1 Surabaya, Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) di Jl. Polisi Istimewa 15 Surabaya, dan Gereja Katolik Santo Yakobus (GKSY) di Citra Land Surabaya.

Pakde Karwo juga menyampaikan penjelasan stabilnya kunjungan jemaat ke gereja seperti yang disampaikan oleh para romo atau pendeta yang ditemui saat kunjungan. Misalnya, Romo Aloysius Kurdo Irianto dari gereja SMTB yang mengatakan kegiatan ibadah di gerejanya telah berjalan seperti biasa, dan jumlah jemaat  tidak berkurang. Kalaupun jumlah jemaat lebih sedikit di pagi hari, hal tersebut lebih karena siklus selama ini, yakni pagi hari lebih sedikit dan siang lebih banyak.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH mengatakan pengamanan akan terus dilakukan pada tiap gereja sesuai kondisi di lapangan. Di tiap gereja jumlah ibadahnya ada beberapa kali, dan semuanya akan dijaga. Pengamanan ini juga didukung oleh TNI serta berbagai lapisan masyarakat. (Tls)