Dekranasda Jatim Terus Dukung Pengembangan Pelaku Usaha di Daerah

Tuban (wartasas.com) – Dalam rangka mengembangkan ekonomi daerah, pelestarian budaya, dan unit-unit kerajinan di Jawa Timur, Dekranasda Jatim berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap para pelaku usaha di daerah termasuk mengunjungi Sentra kerajinan batik tenun khas Tuban atau dikenal sebagai Batik Gedog.

Kunjungan Ketua Dekranasda Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si pada Kamis, 03 Mei 2018 di Pendopo Krido Manunggal Kab. Tuban, dalam rangka bersinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan TP PKK.

Ketua Dekranasda Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, menyampaikan bahwa, Sentra kerajinan batik tenun khas Tuban atau dikenal sebagai Batik Gedog telah mencapai 1.234 unit. Besarnya unit tersebut mampu menampung 1.701 tenaga kerja yang terdapat di beberapa wilayah pedesaan.

“Batik Gedog hasil perajin batik di Tuban dilakukan secara turun temurun membatik pada kain tenun. Keunikan yang bisa dijumpai seperti pada proses pembuatan Batik Gedog membutuhkan wakgu sekitar tiga bulan. Sebab perajin batik harus melewati proses panjang seperti memintal benang, menenun, membatik dan melakukan pewarnaan dengan bahan alami,” kata Bude Karwo sapaan akrab Ketua Dekranasda Prov. Jatim dalam sambutannya, Kamis, (03/05/18).

“Batik Tenun Gedog Tuban adalah satu jenis batik Indonesia yang memiliki keunikan sendiri. Gedog berasal dari bunyi dog-dog yang berasal dari alat menenun batik,” tambahnya.

Untuk itu, Bude Karwo mengapresiasi kepada Ketua Umum Dekranas melalui program sinergi program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM drngan Dekranas dan TP PKK yang telah membantu pembinaan dan pengembangan perajin Batik Tenun Gedog yang ada di Kabupaten Tuban.

Diharapkan, melalui program tersebut mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi pelestarian dan pengembangan Batik Tenun Gedog,” harapnya.

Dekranasda Prov. Jatim terus melakukan fasilitasi terhadap UKM di Jatim. Adapun kegiatan yang dilakukan terkait fasilitasi selama tahun 2017 antara lain bimbingan teknis kepada 520 UKM kerajinan seperti pelatihan mutu batik tulis warna alam, peningkatan mutu produk kulit dan alas kaki, peningkatan mutu dan desain bordir.

Selain itu, juga dilakukan pengembangan usaha kepada 170 perajin melalui pengembangan kewirausahaan perajin kualitas produk sulam, handycraft, perajin batik tenun gedog. Fasilitasi ISO, SNI, HAKI, dan Batik Mark juga diberikan kepada 847 UKM.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, pengembangan batik tenun gedog Tuban merupakan salah satu pelaksanaan program prioritas Dekranas. Program prioritas yang dimaksud adalah pengembangan tenun di enam daerah antara lain Tuban, Bangka Belitung, Donggala, Sintang, Sabu NTT, dan Kalimantan Timur.

Lebih lanjut disampaikannya, Dekranas menganggap sangat penting melakukan pembinaan dan pengembangan batik tenun gedog Tuban karena keunggulannya menggunakan bahan pewarna alam dan kekhasan motif.

Tuban kembali menjadi kabupaten tempat sinergitas program antara Kementrian Koperasi dan UKM bersama Dekranas dalam pelatihan peningkatan SDM perajin. Ini setelah tahun lalu, Tuban juga menjadi kabupaten pertama di Indonesia sebagai lokasi sinergitas. (Be/Tls)