Bersama Tiga Pilar Plus, Jatim Turut Berantas Narkoba

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka menjaga Jawa Timur dari bahaya peredaran narkoba, pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tiga Pilar Plus siap mendukung dan aktif berperang serta memberantas narkoba.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dalam kesempatan kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Komjen Pol. Heru Winarko di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada, Selasa, 08 Mei 2018.

Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim dalam sambutannya meminta kepada tiga pilar plus untuk ikut serta memberantas narkoba di daerah. Tiga pilar plus tersebut adalah babinsa, babinkamtibmas, kepala desa plus tokoh masyarakat yang tersebar di 8501 desa/kelurahan di Jatim.

“Keberadaan tiga pilar plus tersebut, dinilai sangat efektif dalam mendeteksi berbagai macam persoalan masyarakat di daerah mulai dari mewujudkan kenyamanan, kedamaian, terorisme hingga narkoba di Jatim,” kata Pakde karwo dalam sambutannya, Selasa, (08/05/18).

“Tiga pilar plus yang ada di Jatim telah memiliki protap yakni segala permasalahan yang timbul di daerah cukup diselesaikan di tingkat kelurahan/desa atau maksimal satu tingkat diatasnya. Tidak perlu sampai ke kabupaten/kota,” tambahnya.

“Kami usul, tiga pilar yang ada di kabupaten/kota untuk dilibatkan dalam pemberantasan narkoba. Mereka memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dalam mendeteksi permasalahan masyarakat, salah satunya narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan pencegahan bahaya narkoba di Jatim, Pakde Karwo menawarkan agar pasien/korban dari narkoba bisa ditangani di tingkat puskesmas. Alasannya, terbatasnya jumlah rumah sakit yang bisa membantu rehabilitasi pemulihan korban narkoba, serta banyak dari korban narkoba yang tidak mau melaporkan anggota keluarganya yang terkena narkoba ke rumah sakit.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Pusat Komjen Pol Heru Winarko berkomitmen untuk memberantas permasalahan narkoba mulai dari desa. Pemberantasan narkoba mulai dari desa harus segera dilakukan dengan bersinergi dengan seluruh aparat desa.

Kepala BNN Pusat sependapat dengan Pakde Karwo yang mengoptimalkan peran dari tiga pilar plus dan pemanfaatan puskesmas unggulan khusus narkoba yang bisa memberi pendampingan terhadap penanganan dan rehabilitasi terhadap korban narkoba. (Tls)