Sambut Puncak HUT Ke 72, Jalasenastri Adakan Aksi Sosial

Surabaya (wartasas.com) – Tidak selamanya menyambut HUT dirayakan dengan berpesta pora atau pun menggelar kegiatan meriah. Seperti halnya yang dilakukan oleh para isteri prajurit Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) dalam rangka menyambut HUT Ke 72 Jalasenastri mereka menggelar kegiatan Aksi Sosial.

Aksi Sosial yang dilakukan para istri Jalasenastri pada Rabu, 29 Agustus 2018 di Balai Prajurit Komplek TNI AL Tony Soekaton Lantamal V pada puncak HUT Ke 72, Jalasenastri memberikan tali asih kepada warakawuri, bantuan kepada anak-anak difabel dan anak-anak kurang mampu serta bantuan beasiswa kepada yang anak berprestasi.

Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H, yang didampingi Ketua Korcab V DJA II Ny. Wenny Edwin, mengatakan bahwa, peran perempuan sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Karena, ibu-ibu ini adalah tiangnya Negara.

“Apapun yang kita kerjakan didalam kelompok yang saling memahami, saling bersinergi, mudah mudahan tugas yang dipercayakan oleh prajurit TNI, disokong oleh ibu-ibunya, untuk pencapaian tugas yang akan datang,” tutur Danlantamal V dalam sambutannya di puncak HUT Jalasenanstri, Rabu, (29/08/18).

“Peran Jalasenastri sangat dirasakan dalam peningkatan kesejahteraan para prajurit. Karena program-program yang telah ada, sepenuhnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan para prajurit,” tambahnya.

Sesuai dengan tema besar HUT Jalasenastri “Jalasenastri Bertekad Mengedepankan Kepedulian Sosial, Pendidikan Anggota yang Berkualitas, serta Kesejahteraan Keluarga Prajurit Guna Menciptakan Ketahanan Keluarga sebagai Landasan Ketahanan Bangsa”, bahwa, peran perempuan sangat penting, meskipun tidak turun langsung dalam perjuangan tersebut, namun, diharapkan menjadikan motivasi bagi Jalasenastri, untuk mendukung seluruh kegiatan suaminya.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai rangkaian kegiatan juga digelar di Balai Prajurit Lantamal V, seperti penampilan para istri-istri Angkatan Laut ini dalam menari tradisional, menunjukkan kepiawaian dalam bernyanyi, serta melanggam Jawa selayaknya sinden profesional. (Tls)