Prajurit Lantamal V Sigap Tanpa Rasa Takut Padamkan Api

Surabaya (wartasas.com) – Api yang membesar dan membumbung tinggi, tidak menyurutkan semangat dan nyali Prajurit Lantamal V untuk memadamkan api yang berkobar. Prajurit Lantamal V terlihat siap dan sigap dalam memadamkan kebakaran tanpa mengenal rasa takut.

Semua itu, merupakan puncak latihan simulasi kebakaran yang digelar di Kodiklatal Surabaya. Dalam latihan tahap akhir peran kebakaran yang dilaksanakan Rabu, 8 Pebruari 2017 di Pusat Penyelamatan Kapal Nuklir dan Biologi Kimia (Puspeknubika) Kodiklatal, prajurit Lantamal V dapat memadamkan si jago merah tanpa mengalami kerugian personil.

Pasops Denma Lantamal V Mayor Laut (P) Andik Putro W menyatakan cukup puas dengan keberhasilan para peserta dalam menyerap teori pelatihan hingga mampu mempraktekkannya dengan baik.

“Saya berharap, semua materi yang telah diperoleh selama pelatihan bisa dimanfaatkan di satker masing-masing oleh para peserta, setidaknya diinformasikan kembali kepada rekan-rekan di satker yang tidak mengikuti pelatihan,” kata Pasops Denma Lantamal V dalam pengarahannya.

“Sehingga, personil Lantamal V tahu bagaimana cara menggunakan alat pemadam kebakaran ringan yang terdapat disetiap satker jajaran Lantamal V bilamana suatu waktu terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Latihan puncak tersebut mensimulasikan kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak sampai hitungan jam api segera membesar dan hampir melalap seluruh bagian gudang, di Puspeknubika Kodiklatal.

Namun, dengan komando yang terorganisir baik, prajurit Lantamal V dapat segera memadamkan si jago merah tanpa mengalami kerugian personil. Latihan tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 6 hingga 8 Februari 2017. Sebanyak 100 personil militer Lantamal V mengikuti pelatihan Pemadam Kebakaran di Puspeknubika, Kodiklatal.

Sementara itu beragam materi yang diberikan oleh para instruktur profesional dari Puspeknubika antara lain Self Containt Breathing Aparatus (SCBA), yaitu cara mengevakuasi korban kebakaran dalam ruangan gelap, penggunaan alat pemadam api ringan (Apar) yaitu teknik penggunaan tabung CO2, Dry pooder dan Bonpet dalam menanggulangi kebakaran kecil dalam suatu ruangan.

Materi selanjutnya sebagai materi pamungkas adalah prosedur penanggulangan kebakaran besar di luar ruangan. Pada materi tersebut, Instruktur memberikan kesempatan kepada setiap regu untuk latihan kering terlebih dahulu usai menerima penjelasan tentang cara menggunakan alat pemadam kebakaran yang terdiri dari selang air, hydrant, nosel dan CO2.

Rata-rata setiap regu mampu mengendalikan kobaran api sampai dengan memadamkannya tanpa ada kerugian berarti. (Tls)

Add a Comment