Pasukan Marinir Taklukkan Pantai Kura Kura Bengkayang Kalbar

Pontianak (wartasas.com) – Sebagai bentuk ketahanan TNI AL dalam menjaga wilayah Nusantara dari ancaman musuh guna menjaga keamanan laut dan meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas TNI AL, Pasukan Marinir 2 gelar Latihan Kesiapsiagaan Operasional Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) 2017.

Dalam latihan Kolinlamil dengan sandi “Satya Wira-17 dan latihan Raksa Yudha-17” yang dilakukan beberapa waktu lalu di Pantai Kura-kura Desa Karimunting Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, disaksikan langsung oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolimlamil) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Yudo Margono, S.E, M.M.

Tampak turut menyaksikan sebagai Pangkogasgabratmin Komandan Pasmar 2  Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Nur Alamsyah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) Endi Supardi.

Kolinlamil adalah Kotama Operasi yang bertugas menyelenggarakan operasi TNI Angkutan Laut dalam rangka OMP (Operasi Militer Perang) maupun OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dan bantuan Angkutan Laut yang bersifat taktis, dalam latihan ini melibatkan kotama TNI AL yaitu Kolinlamil, Armada Barat, Marinir, Puspenerbal, dan Pushidrosal.

Dalam amanatnya, Pangkolinlamil menyampaikan bahwa, operasi laut gabungan ini sudah sering dilakukan TNI AL sebagai bentuk ketahanan TNI AL dalam menjaga wilayah Nusantara dari ancaman musuh guna menjaga keamanan laut dan meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas TNI AL.

“Tujuan latihan ini membina dan menyiapkan kekuatan serta kemampuan unsur-unsur pertahanan pangkalan dan menyelenggarakan tugas-tugas pengamanan pangkalan utama TNI Angkatan Laut di wilayah Lantamal,” ucap Pangkolinlamil dalam amanatnya.

“Disamping itu, juga sebagai pembinaan Satuan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan), Latihan ini diawali prajurit Bataliyon Intai Amfibi (Yon Taifib) diterjunkan secara rahasia, satuan elit dalam Korps Marinir itu  melakukan infiltrasi kekuatan musuh,  serta mengatahui kondisi alam, pantai pendaratan dengan menggunakan Pesawat  Casa Basic U 621,” tambahnya.

Dalam latihan Kolinlamil, sepuluh kapal perang (KRI) berformasi pada jarak aman dari bibir pantai, penyerbuan Amfibi dimulai, untuk merebut pantai, puluhan tank Batalyon Tank Amfibi 1/Marinir (Yontankfib /Mar)  menjadi gelombang pendarat pertama.

Tank-tank itu keluar dari lambung kapal yang mengangkutnya, bergerak mengapung menuju pantai. Musuh dipantai dihabisi, mereka berhasil mendarat, pantai pun dikuasai. Namun demikian, tank – tank mendapat perlwananan dari musuh yang bersembunyi di sebuah bukit tidak jauh dari pantai. Dari pantai, berformasi tank-tank tersebut mengarahkan meriamnya ke target sasaran, yaitu sebuah bukit Bajau yang berada di Kota Singkawang. Secara bergantian tank tersebut menyemburkan amunisinya.

Tidak hanya itu, berondong senapan mesin dari tank  dimemuntahkan pelurunya mengarah ke bukit itu.

Latihan ini melibatkan sejumlah unsur/KRI diantaranya empat unsur KRI Kolinlamil yaitu KRI Tanjung Nusanive 973, KRI Teluk Manado 537, KRI Teluk Amboina 503, KRI Teluk Bone 511, KRI Teluk Mentawai 959, Satu Satuan Setingkat Batalyon dari Pasmar 2 Marinir MLRS 2 unit Vampire BMP 3 F, 15 Unit 50 BTR, 4 Unit BTR, 3 Unit KAPA, 2 Unit Hino Dutro Amo, 1 Unit Aligator serta 1 Pesud Cassa Puspenerbal. (Ir/Tls)