Pangarmatim : Keberhasilan Kegiatan Latihan, Sangat Menentukan Hasil Operasi

Surabaya (wartasas.com) –  Dalam rangka pengamanan perbatasan wilayah Laut Indonesia-Filipina (Philindo) dan Indonesia-Malaysia (Malindo), TNI AL Koarmatim mengirim Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Terbatas (Pamtas) Laut.

Sebelum pemberangkatan tugas, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., M.A.P., selaku Komandan Latihan (Danlat) memberikan pengarahan kepada para peserta Satuan Tugas (Satgas) Operasi Pengamanan Terbatas (Pamtas) Laut Koarmatim.

Acara pembekalan atau Lat Pratugas Operasi Satgas Ops Pamtas Laut Koarmatim 2017, digelar Senin, 9 Januari 2017 di Audiotorium Puslatkaprang, Kolatarmatim, Ujung Surabaya  juga dihadiri Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., dan Koorsahli Pangarmatim Kolonel Marinir Tory Subiyantoro,

Dalam Pengarahan Pangarmatim menyampaikan, bahwa latihan pratugas merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan guna menjaga kesiapan tempur alutsista beserta pengawaknya, sehingga memiliki kesiapan yang optimal

“Disamping itu, tujuan yang akan dicapai dari latpratugas ini adalah untuk menyiapkan dan membekali satgas operasi pamtas wilayah laut Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Philipina memiliki kemampuan dan keterampilan yang handal secara terintegrasi dalam rangka mencapai kesiagaan operasional guna menunjang pelaksanaan tugas operasi di daerah perbatasan wilayah laut secara berhasil dan berdaya guna.” Tutur Pangarmatim dalam arahannya, Senin, (9/1/17).

Sedangkan sasaran latihan adalah tercapainya keterpaduan komando, kendali dan komunikasi dalam kerja sama taktis, pemecahan persoalan – persoalan navigasi dan bahari, penguasaan teknik operasi komlek, prosedur bantuan dan tindakan penyelamatan kapal dalam satu gugus tugas, prosedur keselamatan kerja dan purba jaga, memahami penerapan Hukum Humaniter Internasional dan HAM serta terwujudnya profesionalisme prajurit baik perorangan maupun satuan tugas.

“Keberhasilan dalam kegiatan latihan ini akan sangat menentukan hasil operasi yang akan dilaksanakan, mengingat bahwa materi yang akan dilatihkan pada dasarnya adalah kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kondisi yang sebenarnya,” tambah Pangarmatim dengan tegas.

Diharapkan, latihan ini bukan hanya sekedar latihan tetapi mengacu kepada penugasan sebenarnya, untuk itu seluruh prajurit agar mengikuti latihan ini dengan serius sedangkan kepada seluruh Komandan KRI maupun Perwira yang terlibat Operasi harus paham akan situasi dan kondisi di daerah Operasi, terutama di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di perairan Ambalat dan daerah perbatasan Indonesia-Philipina di perairan Kepulauan Sangata Laut. (Tls)

Add a Comment