PANGARMATIM : Juru Masak Miliki Peran Penting Dalam Peperangan

Surabaya (WartaSAS) – Ternyata dalam suatu peperangan, tidak saja dibutuhkan prajurit dan senjata yang canggih dan hebat, namun ternyata seorang juru masak memiliki peranan penting dalam memenangkan suatu peperangan.

Untuk itu, menyambut Hari Armada Tahun 2016 kemahiran memasak dari Chef  atau juru masak unsur-unsur KRI jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) diuji dalam sebuah lomba memasak nasi goreng.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H., M.A.P. di Indoor Sport Koarmatim Surabaya, Selasa, 22 November 2016. Dan turut dihadiri, Danguspurlatim Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han)., Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Ina Darwanto, Wakil Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. I.N.G. Ariawan, Para Pejabat Utama Koarmatim,

2

Dalam amanatnya Pangarmatim menyampaikan, bahwa, seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan merupakan ajang untuk menampilkan yang terbaik dari masing-masing Satuannya. Lomba memasak tingkat KRI yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit ini diikuti 41 peserta, dimana seluruh peserta adalah juru masak sesuai dengan jabatannya di atas KRI.

“Kegiatan lomba memasak tingkat KRI mengandung nilai penting dimana kegiatan tersebut mencerminkan karakter dari para Prajurit dalam hal ini para chef KRI yang menjadi peserta lomba saat ini.” Tutur Pangarmatim dalam amanatnya.

“Memasak termasuk dalam operasional yang menentukan kualitas prajurit KRI, karena selain dari faktor pembinaan jasmani, masakan higienis juga akan berpengaruh pada kesehatan Prajurit sehingga akan berdampak dalam pelaksanaan tugas operasi,” tambahnya.

3

Hal ini sesuai dengan moto yang disampaikan Pangarmatim dalam amanatnya, “Peperangan Tidak Akan Dimenangkan Tanpa Peran Juru Masak” tentunya hal ini akan menjadi pembangkit semangat bagi para Chef KRI untuk memberikan hidangan yang berkualitas sebagai wujud dedikasi dan pengabdiannya di TNI Angkatan Laut.

Dalam lomba memasak kali ini, seluruh peserta diberikan waktu memasak selama 30 menit dan harus tetap memperhatikan rasa, kebersihan, ketepatan waktu serta teknik kesiapan dalam memasak.

Selain itu, penampilan juru masak dalam lomba ini juga menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri yang dipimpin oleh Irarmatim Kolonel Laut (P) Eko Gudhi Wahyono, S.Sos. yang dibantu juri dari Universitas Airlangga Surabaya, Chef Didik Purnomoadi yang sehari-hari mengajar di Fakultas Vokasi Unair Surabaya.

Usai dilaksanakan penilaian oleh dewan juri, juru masak dari KRI Tarakan-905 berhasil menjadi yang terbaik dengan memperoleh nilai 271, diposisi kedua juru masak KRI Usman Harun-359 dengan perolehan nilai 264, sedangkan posisi ketiga juru masak KRI Surabaya-591 dengan perolehan nilai 263. (Tls)

 

 

Add a Comment