Pangarmatim Buka Rasko Koarmatim 2017

Surabaya (wartasas.com) – Rapat Staf dan Komando (Rasko) Koarmatim tahun 2017, yang digelar selama 2 hari di Gedung Candrasa Koarmatim pada tanggal 2 – 3 Februari 2017 dibuka secara resmi oleh Pangarmatim.

Rasko yang digelar Kamis, 2 Februari 2017 dibuka oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H.,M.A.P. juga dihadiri Kasarmatim Laksma TNI I.N.G. Ariawan, S.E.,M.M., Komandan Guspurlaarmatim, Komandan Guskamlaarmatim dan para Kasatker, Komandan unsur (KRI) Wilayah Timur dan LO dari Kodam V/Brw.

Dalam sambutan pembukaan, Pangarmatim menyampaikan, bahwa Rasko Koarmatim diselenggarakan  merupakan kelanjutan dari Rapim TNI dan Rapim TNI AL.

“Sesuai dengan hasil pelaksanaan Rapim TNI dan Rapim TNI AL disampaikan penekanan Panglima TNI dan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) untuk digunakan sebagai pedoman bagi para Komandan Lantamal, Kasatker Mako Koarmatim, Komandan Satuan, Komandan Lanal, Komandan Unsur dan Kafasharkan wilayah Timur.” Ucap Pangarmatim dalam sambutan Rasko, Kamis, (2/2/17).

“Beberapa penekanan Panglima TNI antara lain, lanjutkan pembangunan kekuatan TNI di pulau Natuna, menghadapi perkembangan lingkungan strategis saat ini dan ancaman Proxy War agar memaksimalkan penyelenggaraan fungsi, kegiatan operasi intelijen dan Cyber, tingkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit secara perorangan maupun satuan,” tambahnya.

Masih ditambahkan dalam sambutannya, Pangarmatim menyebutkan penekanan Panglima TNI adalah untuk laksanakan pembantuan kepada Pemda dan Polri dalam pengamanan pilkada serentak pada tahun 2017, 2019 dan puncaknya pada tahun 202.

“Laksanakan operasi penerangan untuk mengimbangi maraknya perkembangan informasi media sosial dengan memanfaatkan teknologi informasi serta perangi penggunaan narkoba dilingkungan TNI tindak tegas secara hukum bagi TNI yang terlibat sebagai pengguna,pengedar dan backing,” terang Pangarmatim.

Lanjutnya, beberapa penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) antara lain, deteksi dini pada perairan yang memilikil kerawanan tinggi khususnya ALKI di wilayah perbatasan guna mendukung efektivitas operasi, pelihara dan tingkatkan profesionalisme dan kompetensi personel TNI AL untuk mendukung kesiapan operasional Alutsista melalui pelaksanaan pendidikan dan latihan yang terukur dan berkesinambungan, laksanakan pengawasan secara ketat terhadap setiap program dan anggaran dengan mengoptimalkan aparat pengawas internal TNI AL serta laksanakan langkah – langkah untuk mewujudkan opini BPK wajar tanpa pengecualian. (Tls)

Add a Comment