Menjaga Pelestarian Populasi Penyu, Danlantamal V Lepasliarkan Puluhan Ekor Tukik

Denpasar (wartasas.com) – Dalam rangka pelesatrian Penyu Hijau di wilayah  Pantai Saba Kabupaten Gianyar, Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar Provinsi Bali beserta mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo dan masyarakat melaksanakan pelepasliarkan puluhan Tukik.

Pelepasliarkan Tukik yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Juli 2018 di Pantai Saba Kabupaten Gianyar Bali dihadiri Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, Paspotmar Mayor Laut (KH) Dewa Ketut Dana Susila beserta masyarakat sekitar.

Danlantamal V menyampaikan bahwa, salah satu tugas TNI/TNI AL adalah pemberdayaan wilayah pertahanan dalam rangka melaksanakan tugas pembinaan potensi maritim salah satunya adalah membina SDM dan SDA yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan dan sekitarnya yang perlu dipertahankan dalam menghadapi ancaman kepunahan.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk peduli kepada lingkungan guna mempertahankan kelestariannya terutama perkembangan penyu hijau yang semakin lama semakin langka,” ucap Danlantamal V memberikan amanatnya sebelum melaksanakan pelepasliarkan Tukik, Kamis, (19/07/18).

“Kegiatan ini dilaksanakan dikarenakan kepedulian dari TNI Angkatan Laut atas biota laut Penyu Hijau yang semakin lama semakin berkurang mari kita lestarikan keberadaan penyu hijau ini di wilayah Indonesia dan Bali khususnya,” imbuhnya.

TNI AL berharap, dengan adanya kegiatan ini populasi penyu dapat bertambah dan masyarakat luas semakin sadar akan pentingnya perlindungan terhadap satwa dilindungi. Di samping itu, kebersihan lingkungan sekitar menjadi poin utama untuk tetap dijaga.

“Karena, dengan demikian secara tidak langsung kita ikut terlibat dalam menjaga kelestarian alam yang ada dan mendukung pertumbuhan penyu di laut lepas,” tegas Danlantamal V.

Dikesempatan yang sama, Ketua kelompok Saba Asri Bapak Made Kikik, juga memaparkan bahwa, tahun ini tidak seperti tahun lalu dimana mulai awal tahun sudah banyak penyu bertelur.

“Kami juga kurang tahu apa penyebabnya karena ini terjadi juga di seluruh penangkaran penyu di Bali. Semoga bukan karena populasi mereka yang benar-benar sudah berkurang,” ungkapnya.

Kekhawatiran kelompok Saba akan populasi penyu tetap sama dimana abrasi yang semakin keras dan penanaman batu atau tembok proteksi di sisi pantai yang menghalangi penyu mencapai pasir kering untuk bertelur. Disamping itu juga polusi laut, sampah plastik dan pemanasan global.

Dalam Kunjungan kali ini Danlantamal V didampingi Ny. Wenny Edwin berkesempatan mengunjungi Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) di Kawasan Konservasi Penyu di Saba Asri (Bali Sea Turtles Conservation) Pantai Saba Kabupaten Gianyar Bali untuk menanamkan ratusan butir telur penyu untuk ditetaskan. (Dispen/Tls)