Menjaga Keutuhan NKRI, PWNU Bersama Polda Jatim Perkuat Sinergi

Surabaya (wartasas.com) – Dalam rangka memperkuat sinergi kerja sama antara NU dan polisi guna menciptakan keamanan, kesejahteraan, dan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat, Polda Jatim mengunjungi Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.

Dalam kunjungan silaturahmi pada Jumat, 10 Pebruari 2017 di Kantor PWNU Jatim tampak hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah beserta jajaran pengurus PWNU Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin  mengharapkan kunjungan tersebut tidak dicampuradukkan dengan wacana terkait sertifikasi atau standarisasi khatib yang dikhawatirkan membuat publik kebingungan.

“Kita berkunjung ke Kantor PWNU Jatim bertujuan supaya kalau Polda ingin membuat istighosah akbar dan mengundang pihak PWNU tidak salah nama dan alamat. Saya ini kan baru menjabat di sini, jadi perlu lebih mempererat tali silaturahmi.” Kata Kapolda Jatim saat berkunjung ke Kantor PWNU Jatim, Jumat, (10/2/17).

“Terkait kabar pendataan kiai, sudah dilakukan klarifikasi kepada ormas kegamaan seperti NU, maupun secara langsung ke personal kiai-kiai sepuh di Jatim,” tambahnya.

PWNU dan Polda Jatim sepakat  bersama-sama menghadapi gerakan-gerakan yang dapat mengancam keutuhan NKRI, mengesampingkan konstitusi negara UUD 1945.

“NU memiliki modal sosial yang sangat besar di Jatim, sehingga kami ingin bersinergi supaya Jatim tetap kondusif tak mudah terpengaruh dengan situasi nasional,” terang Kapolda Jatim.

Dikesempatan yang sama, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah juga menyampaikan perlunya NU dan Polri bergandeng tangan bersama elemen masyarakat yang lain, bersatu menghadapi gerakan-gerakan yang saat ini mulai meresahkan masyarakat.

“Bahwa cita-cita nasional dari para pendiri bangsa adalah terciptanya masyarakat yang adil dan makmur serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Ditegaskan Kiai Mutawakkil, titik temu sinergi NU dan polisi itu ada dalam kata masyarakat. Sehingga walaupun berbeda posisi, tapi keduanya memiliki tujuan yang sama. Bahkan kalau boleh diibaratkan tim sepak bola, ada sayap kanan dan sayap kiri. Beda posisi tapi harus bisa menciptakan goal mengambil ball position bersama-sama menciptakan goal. (Tls)

Add a Comment