Menjaga Ekosistem dan Mencegah Abrasi, Prajurit Lantamal XII Tanam bibit pohon mangrove

Pontianak (wartasas.com) – Dalam rangka menjaga ekosistem dan mencegah abrasi diwilayah Pantai dan mengantisipasi pemanasan global warming, Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Lantamal XII dan Yonmarhanlan XII melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon mangrove.

Penanaman bibit pohon mangrove sebanyak 3500 pohon pada Minggu, 18 Maret 2018 di Desa Pasir Mempawah Kalimantan Barat, bekerja sama dengan Organisasi Mempawah Mangrove Conservation, PMI mempawah, Lion, IAIN Kalbar serta Pramuka Saka Bahari.

Pohon bakau merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat menangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan.

Proses itu juga menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Salah satu upaya alamiah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai.

Oleh karena itu, Prajurit Lantamal XII Pontianak mengajak masyarakat setempat untuk membudidayakan dan menanam pohon mangrove guna menjaga ekosistem dan mencegah abrasi di wilayah pantai dan mengantisipasi pemanasan global warming (pemanasan global).

Diharapkan, penanaman pohon mangrove bisa membawa manfaat bagi para perajin batik di Indonesia, yaitu dengan menggunakan daunnya sebagai salah satu bahan pewarna batik.

Kerimbunan hutan mangrove nantinya juga bisa mengundang kedatangan satwa untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak. Mulai dari kepiting raksasa, udang, kerang, ikan, biawak, buaya, tawon sengat, monyet, burung bangau hingga bagi hutan. Selain itu hutan mangrove ini juga nyaman bagi koloni lebah madu. (Ir/Tls)