Membina Ukhuwah Untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai NKRI

Surabaya (wartasas.com) – Disamping sebagai ajang tali silaturahmi dibulan suci ramadhan 1439 H, kedatangan dua pimpinan tertinggi Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Kota Surabaya sekaligus untuk memastikan bahwa situasi dan kondisi keamanan di Jatim, khususnya Kota Surabaya, telah sepenuhnya pulih pasca tragedi terorisme bom yang terjadi di Surabaya pada 13-14 Mei lalu.

Kunjungan safari ramadhan Pimpinan Tertinggi Polri dan TNI di Mapolrestabes Surabaya, bertemakan “Membina Ukhuwah untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI”, pada Kamis, 31 Juni 2018 disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, Pangarmada II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M., Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H., Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, serta Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Machfud Arifin.

Rangkaian Safari Ramadhan Panglima TNI dan Kapolri di Surabaya ini diikuti oleh lebih dari 2.234 orang Prajurit yang terdiri dari Satuan TNI-Polri di Wilayah Surabaya dan Malang, serta segenap Forkopimda Provinsi Jatim.

Dalam sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, bahwa, apa yang telah terjadi di Surabaya pada tanggal 13 Mei yang lalu memang sangat mengejutkan.

aksi terorisme disebabkan proses penanaman dan pemahaman ideologi yang salah, dan terjadi dalam waktu yang panjang.

“Karena itu, sebelum terjadi aksi serupa, agar dilakukan langkah antisipasi supaya mereka bisa sadar dan kembali pada ideologi yang benar. Langkah tersebut memerlukan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah, polisi, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat,” ucap Kapolri Jenderal Tito dalam sambutannya, Kamis, (31/05/18).

“Kalau soal menangkap teroris, itu tugas kita sebagai polisi dan TNI. Tapi soal membendung orang supaya tidak terpengaruh idelogi radikal, kami tidak memiliki kemampuan itu. Sebab, kami tidak dilatih memahami ideologi dan ayat-ayat secara mendalam. Jadi kita perlu langkah sistematis dengan melibatkan semua pihak,” lanjutnya.

Membendung idelogi radikal di era sekarang, imbuh Kapolri Tito, sangat sulit. Pasalnya, teroris juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait cara berkoordinasi, melakukan serangan, mempelajari target, merakit bom, dan paham-paham radikal.

“Jadi kami mohon kepada kepala daerah untuk mengumpulkan semua stakeholder terkait untuk berembug dan menemukan cara menangani ideologi ini. Dan juga kita kerahkan relawan-relawan dan para pasukan cyber untuk membendung tersebarnya info radikalisasi lewat dunia maya,” terang Tito.

Kapolri Tito juga mengimbau untuk diaktifkannya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Pertimbangannya, forum tersebut bisa masuk di semua lini. Selain itu, juga agar mengaktifkan kembali tiga pilar di tingkat terbawah (desa) untuk memperkuat deteksi dini. Tiga pilar tersebut adalah kepala desa yang mewakili unsur pemerintah, babinsa (TNI), dan babinkamtibmas (polisi).

Ditempat yang sama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menambahkan, bahwa, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H, ibadah puasa dan silaturahmi membawa berkah, tidak hanya bagi kita tapi bagi bangsa dan negara.

Agar aksi serupa tidak terulang, Panglima Hadi mengingatkan agar seluruh pihak tidak takut dan tidak lengah dalam melawan aksi terorisme. Diperlukan sinergi dan keterpaduan antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat agar paham radikal tidak tumbuh ditengah-tengah masyarakat.

“Sudah banyak generasi muda yang terpengaruh radikalisme dari media sosial, kemudian mereka melakukan pertemuan-pertemuan tertutup. Mari kita bersatu padu, radikalisme bisa dicegah bila kita peduli pada lingkungan terdekat. Radikalisme juga bisa dicegah jika kita terus berusaha meningkatkan pengetahuan tentang agama dengan benar. Mari kita sebarkan pemahaman positif, merangkul seluruh komponen, dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme,” ungkap Panglima TNI.

Usai buka Puasa dan Sholat Maghrib, Panglima TNI memberikan bingkisan maupun tali asih kepada 100 Warakawuri dan 400 anak yatim piatu yang kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah. (Tls)