Kasal : Siapa yang Mengendalikan Laut, Akan Menguasai Dunia

Surabaya (wartasas.com) – Dalam acara seminar dan call for Paper tentang Format kebijakan Kelautan Nasional sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai Poros maritim dunia Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi ,S.E.,M.A.P ditunjuk menjadi keynote speaker.

Acara seminar dan Call for Paper bertema “Kebijakan Hukum Kelautan dalam Rangka Penguatan Diplomasi Maritim” yang diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang digelar pada Rabu, 7 Desember 2016 dilaksanakan di AULA BAU Kampus III UMM Jalan raya Tlogomas Malang.

Kedatangan Kasal yang didampingi oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S. E. disambut oleh Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (E) G. Sugiono,S.H. bersama seluruh Perwira staf bertempat diLobby Gajahmada Lanal Malang untuk transit.

Selanjutnya Kasal beserta rombongan menuju ke AULA BAU Kampus III UMM Jl.raya Tlogomas Malang dalam rangka memenuhi undangan Rektor Universitas Muhammidyah Malang menjadi nara sumber dalam acara seminar dan call for Paper tentang Format kebijakan Kelautan Nasional sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai Poros maritim dunia disambut oleh rektor UMM Drs Fauzan , M.Pd.,Dekan FH UMM DR. Sulardi ,S.H.,M.Si dan Ketua APPTH DR.Laksanto Utomo S.H.,M.H . di halaman rektorat UMM Jl raya Tlogomas Malang.

Dalam sambutan diseminar, Ade panggilan akrab Kasal menyampaikan dengan dua pertiga luas wilayahnya berupa lautan, tak heran jika Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan potesi laut yang luar biasa. Pontensi inilah membuat Indonesia digadang menjadi Poros Maritim Dunia (PMD).

“Hingga sekarang masih jadi perdebatan apakah Indonesia lebih cocok untuk disebut negara agraris atau negara maritim. Dengan mengutip Al-Quran, disebutkan tema laut dibahas sebanyak 33 ayat, sementara itu 11 ayat berbicara tentang darat. Sementara itu kontruksi bumi juga 2/3-nya terdiri dari lautan, sedangkan sisanya yang 1/3 merupakan daratan.” Ucap Kasal.

“Sama halnya dengan Indonesia. Luas wilayah Indonesia 2/3-nya berupa lautan, sedangkan 1/3 merupakan daratan. Maka, Indonesia bisa jadi merupakan miniaturnya dunia,” tambahnya.

Nenek moyang bangsa Indonesia telah menguasai lautan Nusantara, bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar dan Afrika Selatan.

“Siapa yang mengendalikan laut, dia akan mengendalikan perdagangan. Dan barangsiapa mengendalikan perdagangan, maka dia mengendalikan kekayaan dunia, dan sebagai hasilnya dia akan menguasai dunia,” urai Kasal dengan tegas. (Tls)

Add a Comment