Jokowi : Jaga Ukhuwah Untuk Menciptakan Kedamaian dan Kebersamaan

Situbondo (wartasas.com) – Pentingnya menjaga rasa persaudaraan atau ukhuwah, baik sesama umat muslim atau ukhuwah Islamiyah, sesama umat manusia (ukhuwah basyariyah), maupun antar umat beragama tanpa membedakan suku, ras, budaya, dan aspek lainnya (ukhuwah wathaniyah).

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam rangka Haul Majemuk Masayekh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, pada Sabtu, 03 Februari 2018 dengan didampingi Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo.

Dalam sambutannya, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan, bahwa, ukhuwah itu perlu dijaga karena Indonesia adalah negara yang sangat besar dan majemuk, dimana jumlah penduduknya sebanyak 260 juta jiwa, memiliki 17 ribu lebih pulau, 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, serta terdiri dari bermacam-macam agama dan budaya.

“Guna mencegah terjadinya perpecahan dan peperangan akibat adanya perbedaan perlunya rakyat Indonesia untuk menjaga ukhuwah dan segera menyelesaikan konflik, sekecil apapun konfliknya,” tutur Jokowi sapaan akrab Presiden RI dalam sambutannya, Sabtu, (03/02/18)..

“Kita harus berhati-hati, jangan sampai ada gesekan apapun, baik antara tetangga dengan tetangga, suku dengan suku, apalagi agama dengan agama,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga memberikan apresiasi kepada para kiai, ulama serta para santri di seluruh Indonesia yang telah memberikan teladan bagi dunia internasional tentang bagaimana memelihara ukhuwah dengan baik, meski bangsa ini begitu beragam dan majemuk.

“Saat ini, dunia melihat bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dan lihatlah bagaimana umat manusia di Indonesia bisa menjaga ukhuwah dengan baik, ini semua tidak lepas dari jasa yang mulia para alim ulama, kiai, dan para santri seperti yang ada di ponpes ini,” pujinya.

Kegiatan haul majemuk ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun bertujuan untuk memperingati dan meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya pendiri ponpes, dalam bidang agama, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

“Kita harus mengingat dan meneladani para pendahulu, yakni orang-orang sholeh yang telah wafat mendahului kita, mereka selalu berjuang demi bangsa dan negara, baik itu sebelum, saat dan setelah kemerdekaan. Kami diberi amanat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian itu” katanya.

Tampak turut hadir dalam penyambutan Presiden RI, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya dan Komandan Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar)-5 Baluran Mayor Marinir Supriyadi, M.Tr (Hanla). (An/Tls)