Bersama Rakyat, TNI AL Koarmatim Tanam 56.430 Bibit Mangrove

Surabaya (wartasas.com) – Bersama rakyat, TNI AL Koarmatim kembali tunjukkan kepedulian dan cinta akan ekosistem mangrove sebagai upaya pemulihan konservasi dan melindungi intregitas ekosistem mangrove di wilayah Surabaya.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H.,M.A.P didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny. Ina Darwanto, beserta ratusan Prajurit Koarmatim melaksanakan penanaman pohon mangrove.

Kegiatan sosial yang diselenggarakan pada, Jumat, 16 Desember 2016, di Kawasan Taman Wisata Kenjeran, Surabaya, dilakukan secara serentak oleh prajurit TNI AL Wilayah Timur jajaran Koarmatim dengan menanam 5.000 pohon mangrove.

Tampak turut hadir dalam kegiatan sosial tersebut, Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E.,M.M., Komandan Guspurlatim (Danguspurlatim) Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han), Komandan Lantamal (Danlantamal) V Surabaya Laksma TNI Edi Sucipto, Pengurus Daerah Jalasenastri Armatim dan para Siswa-siswi SMK KAL Surabaya serta Pramuka Saka Bahari Wilayah Surabaya.

Dalam kesempatan acara sosial tersebut, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H.,M.A.P menyampaikan, bahwa kegiatan sosial penanaman mangrove ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Armada tahun 2016 yang bertemakan, Armada RI Pengawal Samudera Perekat Nusantara.

“Kegiatan ini merupakan langkah untuk memulihkan dan melindungi intregitas ekosistem sebagai upaya pemulihan konservasi di wilayah Surabaya dan sekitarnya melalu penanaman bibit pohon bakau (mangrove).” Tutur Pangarmatim, usai melakukan penanaman pohon mangrove, Jumat, (16/12/16).

Sebagai negara kepulauan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terbesar di dunia, sekitar 3 juta hektare hutan mangrove di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia atau 23% dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia.

“Keberadaan hutan mangrove memiliki peran yang penting dan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir. Dari aspek biologis, hutan mangrove berfungsi sebagai stabilisator produktivitas sumber daya hayati wilayah pesisir yang akan berpengaruh terhadap perekonomian wilayah pesisir,” tambahnya.

Pangarmatim juga mengatakan, bahwa fungsi TNI AL sebagai motivator, sehingga mengajak para pemuda, para pelajar dan pramuka untuk turut serta agar membiasakan diri melaksan tugas-tugas mengikuti perkembangan negara kita, sehingga menjadi pempimpi di masa yang akan datang yang peduli akan kelestarian lingkungan.

“Keberadaan hutan mangrove, sangat memiliki keistimewaan dalam berbagai hal, baik dari aspek fisik, ekologi, dan ekonomi. Dari aspek fisik, mangrove mampu menahan ombak, mencegah abrasi bahkan mampu meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami, sedangkan dari aspek ekologi, mangrove mampu berfungsi sebagai filter,” pungkas Pangarmatim.

Diharapkan dengan kegiatan penanaman pohon mangrove serentak yang dilaksanakan di seluruh Pangkalan jajaran Koarmatim dengan total bibit mangrove sebanyak 56.430 bibit merupakan langkah awal untuk memulihkan dan melindungi kelestarian ekosistem sebagai upaya pemulihan konservasi di wilayah timur Indonesia.

Pangarmatim mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk turut serta memelihara dan menjaga pohon mangrove agar dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, sehingga ke depan ekosistem dan biota laut dapat memberikan andil dalam meningkatkan kondisi ketahanan nasional pada tingkat yang semakin handal. (Tls)

Add a Comment