Bersama BNN RI, Prajurit Koarmatim Siap Perangi Narkoba

Surabaya (Warta Sas) – Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, seluruh prajurit Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menunjukkan keseriusannya untuk perangi narkoba.

Dalam acara dialok yang bertemakan “Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika”, yang digelar pada Kamis, 17 November 2016, di Gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmatim, Ujung Surabaya, dihadiri langsung Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., beserta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs. Budi Waseso.

Dalam kesempatan seminar tersebut, Pangarmatim menyampaikan, bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi krisis ancaman narkoba. Keberadaan Narkoba menjadi salah satu ancaman yang paling membahayakan dan sekaligus menjadi bisnis besar di Indonesia.

2

“Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat meresahkan bangsa kita. Kami dari TNI AL Koarmatim siap bersama BNN RI mendukung dan turut serta dalam memerangi narkoba.” Tutur Pangarmatim disela sela seminar, Kamis, (17/11/16).

“Kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi, kejahatan narkoba bersifat lintas negara dan sangat terorganisir, sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak,” tambahnya.

“Alhamdulilah selama saya bertugas menjadi Pangarmatim, tidak ada prajurit Koarmatim yang menjadi pengguna narkoba. Dan apabila ada pasukan TNI AL Koarmatim yang menggunakan narkoba, kami akan menindak tegas, tanpa kompromi,” urai orang nomor satu di Koarmatim.

3

Pengguna Narkoba pada tahun 2013 sebanyak 4,6 juta jiwa dan meningkat 500 ribu jiwa menjadi 5,1 juta jiwa di tahun 2015. Sedangkan angka kematian akibat dari penyalahgunaan Narkoba setiap hari 49 sampai 50 jiwa mati karena Narkoba dan kerugian diperkirakan kurang lebih Rp. 63 triliun yang mencakup kerugian akibat belanja Narkoba, biaya pengobatan, biaya rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala BNN RI juga turut memberikan amanatnya, bahwa, tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba. Jalur masuk narkoba terutama melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi (jalur tikus), bahkan dikamuflasekan dalam impor barang legal.

“Penduduk Indonesia menjadi pasar potensial perdagangan narkoba. Selain itu, Peredaran gelap Narkoba telah menyasar di kalangan anak-anak,” kata Drs. Budi.

Mengingat narkoba merupakan mesin pembunuh massal, Jenderal Polisi berbintang tiga tersebut mengharapkan terjalin sinergitas antara TNI, Polri dan Masyarakat untuk mendukung dalam pemberantasan narkoba di seluruh wilayah Indonesia khususnya para bandar narkoba yang harus segera ditindak tegas secara hukum.

Hal ini juga merupakan contoh nyata bahwa narkoba telah masuk ke seluruh lapisan masyarakat mulai dari TNI, POLRI, BNN, Kementerian/Lembaga bahkan sampai ponpes.

“Diharapkan, penegakan hukum di Indonesia bisa tegas sehingga mampu memberikan efek jera kepada penjahat Narkoba baik lokal maupun internasional,” pungkas Buwas sapaan akrab Kepala BNN RI. (Tls)

 

Add a Comment