Ribuan Massa PCS Lakukan Tabur Bunga Sebagai Tanda Hilangnya Hati Nurani Para Jaksa

Surabaya (wartasas.com) – Setelah aksi demo dihari pertama dan kedua tidak mendapatkan respon baik dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, massa yang tergabung dalam wadah Paguyuban Customer Sipoa (PCS) kembali hadir dengan massa yang lebih banyak hingga ribuaan orang.

Uniknya aksi demo ketiga yang dilakukan PCS pada Kamis, 21 Februari 2019 di depan halaman Kejati Jatim kali ini adalah dilakukannya tabur ribuan bunga sebagai tanda telah hilangnya hati nurani para Jaksa di Kejati Jatim.

Seperti yang disampaikan Ketua Koordinasi PCS Ary Istiningtyas bahwa, aksi demo kali ini dibuat heboh dengan membawa massa lebih banyak hingga ribuan orang agar pihak Kejati Jatim terketuk hatinya dan mau mendengarkan keluhan nasib para korban PT Sipoa.

“Ini merupakan aksi demo ketiga. Sengaja kami lakukan aksi tabur ribuan bunga di depan halaman Kejati Jatim sebagai bentuk telah hilangnya hati nurani para jaksa. Kami semua sudah lelah dan kecewa,” ucap Ary dengan nada kecewa saat dijumpai disela sela aksi demo, Kamis, (21/02/19).

“Kami hanya meminta agar Jaksa mencabut upaya hukum banding atas vonis enam bulan yang dijatuhkan pada tiga terdakwa yakni Ir. Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa. Agar, uang kami semua para korban dapat dikembalikan,” tambahnya.

Dengan membawa atribut demo massa juga meneriakkan yel yel matinya keadilan di Jawa Timur. Massa konsumen Sipoa ini, juga berusaha menarik perhatian para pengguna jalan di depan Kejati Jatim A. Yani Surabaya dengan membagi bagikan bunga serta karangan bunga.

Ary juga menjelaskan, padahal pengembalian uang refund para korban Sipoa ini, tinggal selangkah lagi. Namun, karena adanya ulah jaksa Kejati Jatim yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk perkara nomor : LPB/373/III/UM/2018/Jatim dengan terdakwa Ir. Klemens Sukarno Candra, Budi Santoso dan Aris Birawa, mengajukan upaya hukum banding, semua menjadi terhambat.

“Padahal, kami semua korban sudah setuju atas hukuman yang diputuskan hakim yaitu enam bulan penjara. Kok anehnya tiba tiba jaksa melakukan upaya hukum banding. Ini kan aneh. Jaksa itu berpihak kepada siapa,” terangnya kesal.

Ary juga menyampaikan bahwa, penasehat hukum PCS Masbuhin, SH, melihat kukuhnya Kajati Jatim untuk terus melakukan upaya banding langsung terbang ke Jakarta untuk melakukan upaya ke Mahkamah Agung agar tindakan hukum banding Kejati Jatim tidak diteruskan.

“Kami semua korban sudah lelah menunggu sekian lama. Kami hanya ingin uang kembali. Tolonglah para bapak bapak jaksa yang terhormat ini mau mendengarkan kami dan membatalkan hukum banding. Bapak ini wakil rakyat harusnya lebih membela rakyat,” teriaknya meluapkan kekecewaan.

Meskipun, ribuan massa memadati sepanjang jalan A Yani Surabaya, namun arus lalu,lintas tetap berjalan lancar. Karena, ribuan massa yang melakukan aksi demo melakukan dengan tertib dan teratur. (wdd)