Puluhan Rumah di Kec. Ile Ape Rusak Berat Akibat Gempa

LEMBATA (wartasas.com) – Status Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah ditetapkan menjadi waspada oleh Kementerian ESDM beberapa waktu lalu kini situasi di atas gunung Ile Lewotolok masih terlihat asap putih yang keluar dari arah timur dan masih sering terjadi gempa yang membuat masyarakat menjadi panik.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Kepala pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bahwa Gunung Ili Lewotolok naik status dari level normal (I) menjadi waspada (II). Peningkatan status ini dilakukan setelah memperhatikan analisis data visual dan kegempaan.

Gunung Ili Lewotolok memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar dan abu lebat, longsoran material lapuk dari puncak gunung, awan panas yang mengarak ke sektor timur dan tenggara serta gas vulkanik berbahaya.

Pada selasa, 10 Oktober 2017,  terjadi gempa dengan titik gempa di wilkum ile ape timur yang diperkirakan antara desa Waimatan atau desa Lamagute dengan kekuatan 4,9 SR dengan kedalaman 10 km.

Menurut informasi dari Bhabinkamtibmas, gempa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga di desa lamawara,  kec.  Ile ape mengalami retak retak dan 3 rumah diantaranya rusak sedang  sebagian sisi rumah hancur.

Sedangkan di desa Lamagute dam desa Waimatan terjadinya longsor yang menutupi jalan sehingga tidak dapat dilewati oleh kemdaraan roda 4. Untuk desa Waimatan sekitar 160 jiwa mengungsi ke kantor camat ile ape timur.

Dilokasi pengungsian telah ada bantuan tenda dari BNPB dan polres lembata. Serta bantuan sembako dari Dinas Sosial.  Sedangkan, desa Lamawara,  Amakaka,   Tanjung batu sebagian  warganya mengungsi di kantor camat ile ape dan sebagian lagi ke lewoleba.

Akibat dari gempa tersebut juga mengakibatkan 1 warga desa lamawara tertimpa reruntuhan kamar mandi dirumahnya.

Perlu diketahui, kondisi sementara visual gunung api jelas dengan kabut 0-I, hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas kawah puncak. Kegempaan, di titik hembusan jumlah 218, Amplitudo 0.5-20 mm, Durasi 3-80 detik. (Ar/Tls)