Nekat Sebrangi Rel Kereta Api, Seorang Ibu Tewas Mengenaskan

Surabaya (wartasas.com) – Angka kecelakaan kereta api hingga berakibat fatal, diakibatkan banyaknya masyarakat yang kurang disiplin, lalai maupun terburu buru ketika melintasi rel kereta api, masih saja tidak menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati hati.

Hal tersebut kembali terjadi kepada seorang wanita paru baya, yang tewas mengenaskan akibat tertabrak kereta api pada Jumat siang, 15 Desember 2017 di perlintasas rel kereta api Pondok Benowo Indah, Surabaya.

Korban yang diketahui bernama Ismiati (51) berjenis kelamin perempuan asal Jalan Ahmad Yani RT 04 RW 06 desa Dawuhan , kecamatan Situbondo sitobondo bekerja sebagai pembantu rumah tangga di GBI Griyo Benowo Indah Surabaya diketahui tewas mengenaskan akibat tertabrak kereta api.

Menurut keterangan saksi mata Bagus Priyo Wibowo (23), yang merupakan penjaga palang rel kereta api menceritakan kronologis kejadian, terjadi kurang lebih pada pukul 12.00 wib saat datang kereta api Ambarawa dari arah barat melintas ke arah timur.

“Mendengar ada kereta api akan melintas, kami petugas portalpun langsung menutup palang pintu kereta api. Namun, ada seorang wanita paru baya tiba-tiba melintas rel kereta api. Kami sudah berteriak sekeras mungkin agar wanita tersebut berhenti,” tutur Bagus menceritakan kronologi kecelakaan tersebut, Jumat, (15/12/17).

“Namun, sepertinya korban tidak mendengar dan tetap melintasi rel kereta api, akibatnya korban langsung tersambar kereta api dan terlempar sekitar 60 meter,” tambahnya.

Korban langsung tewas dilokasi dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan.

Ketika ada laporan tentang terjadinya kecelakaan kereta api tersebut, petugas kepolisian langsung melakukan penanganan awal dan mensterilkan area tersebut agar tidak terjadi kemacetan.

“Untuk saat ini, korban sudah di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan outopsi. Dan pihak kepolisian masih mencari saksi saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kejadian kecelakaan tersebut,” terang AKP I Gede Made Wassa, SH.

AKP I Gede Made menghimbau kepada masyarakat untuk lebih hati hati. Jangan melanggar apalagi menerobos palang rel kereta api, tidak usah terburu buru dalam melakukan aktifitas. Sayangilah keluarga dan diri sendiri. (Dwi/Tls)