Kembali Memakan Korban, Ansor Desak PT Semen Gresik Reklamasi Bekas Tambang

GRESIK (wartasas.com) – Tenggelamnya enam santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin di bekas tambang mengundang keprihatinan GP Ansor Gresik. Banom NU itu mendesak kepada penambang baik itu BUMN maupun swasta untuk melakukan reklamasi bekas tambang di wilayah Gresik. “Kejadian meningalnya enam santri di bekas tambang Desa Suci bukan kejadian yang pertama. Supaya tidak terulang, penambang harus bertanggung jawab,” ujar Agus Junaidi Hamzah, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Gresik, kemarin. Agus menyatakan, bila memang bekas tambang yang menjadi lokasi tenggelamnya enam santri saat ini menjadi aset Desa Suci, Kecamatan Manyar, namun sebelum dikembalikan ke Suci lahan tersebut termasuk lahan tambang PT Semen Gresik. Karena itu, sebagai BUMN yang melakukan eksploitasi, selayaknya mengembalikan lahan-lahan tersebut. “Saat ini bentuk tanggung jawab PT Semen Indonesia maupun penambang swasta lain nya adalah mengembalikan fungsi lahan seperti semula, sehingga, secara sosial maupun ekonomis dapat bermanfaat lagi dan tidak mangkrak,” tandas nya.

Lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di wilayah Kabupaten Gresik dengan luas kisaran 265 hektar. Meliputi wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas dan Kecamatan Manyar. Dengan terluas berada di Kecamatan Manyar dan Kebomas. maupun msh ratusan hektar tambang yang d kelola swasta Lahan-lahan bekas tambang tersebut, sejak PT Semen Indonesia mengalihkan produksinya ke Kabupaten Tuban dan Rembang dibiarkan. Hanya memang ada sebagian yang dimanfaatkan dengan menanamkan tanaman jenis jarak dan disulap menjadi tambak. Hanya saja, Agus Junaidi mendapati lahan-lahan bekas tambang itu dibiarkan dalam bentuk telaga-telaga, diantaranya di lokasi meninggalnya enam santri Ponpes Mambaus Sholihin dan Telogo Dowo di samping Kampus UMG. Bahkan, telaga-telaga teraebut berkedalaman hingga 10 meter. “Kalau dibiarkan tanpa ada penanganan serius seperti dilakukan reklamasi, maka keberadaan telaga-telaga tersebut akan memakan korban lebih banyak lagi,” tegas dia.

Permintaan itu, lanjut Agus Junaidi, bukan hanya sekedar permintaan biasa. Tetapi, Ansor Kabupaten Gresik siap mengawal. Bila desakan reklamasi tidak segera dilakukan BUMN produksi semen terbesar tersebut, pihaknya tidak segan-segan mengerahkan massa. ansor menurunkan tim investigasi bekas tambang yang ada di kabupaten Gresik untuk segera di reklamasi oleh pihak – pihak yang bertanggjawab ansor mendesak kpd pemkab gresik segera turun menyelesaikan mslh bekas tambang yang dibiarkan terbengkalai “Makanya, kami harapkan pihak manajemen PT Semen Indonesia mengembalikan fungsi lahan-lahan bakas tambang terasebut,” pungkas nya. ( IMR )