Gedung SDN 003 Peso Hilir Ludes Dilalap Si Jago Merah

Tanjung Selor (wartasas.com) – SDN 003 Peso Hilir di Desa Long Tungu, Kecamatan Peso Kalimantan Utara (Kaltara) rata menjadi tanah setelah seluruh gedung sekolah habis dilalap si Jago merah.

Kebakaran yang menghanguskan seluruh gedung SDN 003 tersebut terjadi pada Minggu, 20 Agustus 2017 pukul 11.30 wita, dimana seluruh kegiatan belajar libur, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran.

Menurut informasi Rosa (34) warga sekitar yang juga lulusan SDN 003, mengatakan bahwa, kejadian kebakaran tersebut terjadi secara tiba tiba, karena pada saat itu cuaca sangat panas dan kebetulan hari minggu warga banyak yang pergi ke gereja.

“Saya kurang tahu jelas apa penyebab dari kebakaran. Minimnya peralatan serta bangunan gedung sekolah terbuat dari kayu juga angin yang berhembus cukup kencang, membuat api cepat membesar.” Kata Rosa warga sekitar dengan nada sedih, Minggu, (20/8/17).

“Sedih rasanya melihat serpihan bangunan sekolah SD N 003 yang habis rata oleh api. Sekolah ini banyak memberikan kenangan buat saya. Semoga, sekolah tersebut lekas dibangun kembali  sehingga adik adik bisa cepat melanjutkan belajarnya,” tambahnya.

Namun, menurut Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Pjs Kasubbag Humas Aiptu Tutut Murdayanto, yang dikutip dari salah satu media Kalimantan memperkirakan penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

“Karena itu, diharapkan warga harus lebih waspada ketika meninggalkan rumah. Saat aliran listrik tak digunakan agar dicabut, termasuk memperhatikan kompor usai memasak,” tutur Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry.

Sementara terkait kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran, disebutkan mencapai Rp 2,3 miliar berdasarkan hasil laporan sementara pihak sekolah, dengan penghitungan angka minimal.

Sebanyak 108 siswa SDN 003 untuk sementara tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Pihak sekolah akan meliburkan siswa selama tiga hari. Dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan, menunjuk tempat KBM sementara nantinya menggunakan balai desa. (Ros/Tls)