Akibat Terburu Buru, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan

Lamongan (wartasas.com) – Peringatan bagi para pengguna jalan terutama pengendara kendaraan roda dua untuk lebih hati hati dalam berkendara agar tidak mengalami kecelakaan dan mati sia sia.

Seperti halnya yang dialami pengendara motor asal Kediri. Akibat terburu buru dalam berkendara, seorang pengendara motor tewas mengenaskan setelah mengalami kecelakaan dengan sebuah truk di Dusun Gagah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa Timur, pada Sabtu, 02 Desember 2017.

Menurut informasi saksi mata Udin (36) yang berada dilokasi mengatakan, bahwa dirinya berada posisi dibelakang kendaraan korban. Dirinya melihat korban berusaha mendahului truk trailer dari sisi kanan.

“Posisi saya dibelakang korban selisih beberapa motor. Kecepatan kendaraan mungkin sekitar 60 km/jam.  Namun, masalahnya kondisi jalan bergelombang dan ada yang berlubang, sehingga ketika kendaraan korban berusaha mendahuli truk, kendaraan korban oleng tidak seimbang hingga truk trailer yang jaraknya cukup dekat tak bisa menghindar.” Ucap saksi mata.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ipda Hengky Kanit Lantas Polres Lamongan, bahwa kejadian nahas tersebut bermula saat sepeda motor Honda Beat nopol AG 5788 FK yang dikedarai korban yang melaju dari arah Gresik ke Lamongan, berusaha mendahului truk trailer bernopol N 8251 UR dikemudikan oleh Misnari (51) Warga Dringu, Probolinggo.

“Karena diduga terburu buru, kendaraan korban tidak seimbang dan mengalami kecelakaan. Saat ini supir truk sudah kita tangani untuk proses lebih lanjut. Dan pihak keluarga korban sudah dihubungi anggota di tempat kejadian perkara (TKP),” kata Ipda Hengky.

Diketahui korban saat mengendarai tersebut berboncengan. Korban tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh terbelah jadi tiga bagian, kedua kakinya putus setelah terlindas truk . Identitas korban diketahui atas nama Yuski Soni Samsudin (23) warga Dusun Nglugge, Desa Muneng, Kecamatan Purwosari, Kediri.

Sedangkan, korban yang dibonceng bernama Suwaji (42) Warga Dukuh Setro, Desa Gadung, Tambak Sari, Surabaya, mengalami patah tulang.

Kedua korban telah dibawa RS Muhammadiyah Lamongan. Lalu lintas sempat mengalami kemacetan hingga 1 kilometer, karena banyak pengendara sengaja memperlambat laju kendaraan dan melihat korban di TKP. (Ad/dwi/Tls)