Guna Lindungi Hutan Kalimantan, AS Kucurkan Dana 3,3 Juta Dolar

Jakarta (wartasas.com) – Guna melindungi hutan Kalimantan melalui program kemitraan Tropical Forest Concervations Act Kalimantan (TFCA) dan the Nature Conservancy (TNC) antara pemerintah AS dengan pemerintah Indonesia serta Yayasan World Wide Found for Nature Indonesia (WWF-I), Pemerintah Amerika Serikat (AS) Mengucurkan dana hibah sebesar 3,3 juta dolar AS.

Pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia serta WWF-I menyetujui 14 hibah baru senila 3,3 juta dolar AS untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal di Indonesia.

Ini merupakan perjanjian pertukaran utang dengan kegiatan pelestarian alam yang telah ditanda tangani oleh kedua negara pada tahun 2011 lalu, sebagai langkah untuk mempromosikan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan, pelestariaan keanekaragamana hayati, dan pembangunan masyarakat disekitar hutan.

Nantinya, LSM akan bekerja sama dengan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan untuk melindungi hutan tropis, melindungi sumber daya alam dan satwa liar serta meningkatkan mata pencahariaan masyarakat hutan yang ada di wilayah Kalimantan.

Dana tersebut disalurkan untuk mendanai ke-14 LSM yang akan melaksanakan 14 program pelestarian hutan di Kalimantan dan telah disetujui oleh TFCA dan WWF-I.

“Amerika Serikat bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dan para mitra kami untuk melestarikan hutan yang memiliki flora dan fauna peling beragam diseluruh dunia melalui pertukaran utang dengan kegiatan pelestarian alam,” ucap Mark Clark, Pelaksana Tugas Wakil Duta Besar AS, dalam siaran pers Kedutaan Besar AS di Indonesia bulan desember 2016 lalu.

“Dana hibah ini merupakan dana hibah tahap ke-3 dari investasi 28,5 juta dolar AS yang direncanakan untuk program upaya pelestarian hutan di Kalimantan di bawah TFCA,” tambahnya.

Seperti yang dikutip dari kabarinews Indonesia-Amerika, bahwa berbagai program baru ini, memberikan insentif kepada mesyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan untuk ikut serta dalam pelestarian hutan tropis dengan meningkatkan mata pencaharian dan berfokus dalam berbagai bidang seperti pembangunan masyarakat, menyelesaikan konflik dalam pengelolaan hutan, dan ekowisata. Diantara program ini juga akan mendukung upaya pelestarian satwa yang hampir punah, termasuk badak, pesut Kalimantan, dan orang utan.

Menurut Mark, kegiatan melindungi hutan akan membantu melestarikan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dan memelihara kemampuan hutan untuk mata pencaharian bagi penduduk setempat.

Menurutnya, sejak tahun 2009, pemerintah AS telah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung pelestarian hutan. Perjanjian TFCA di Kalimantan dilaksanakan dibawah kerjasama antara pemerintah Indonesia, WWF-I, dan the Nature Conservancy, dan kemudian dikelola oleh Yayasan Kehati.

Dibawah perjanjian TFCA terdahulu, yaitu utang Indonesia dialihkan untuk mendukung berbagai kegiatan melindungi hutan tropis di Sumatera dan Kalimantan. Kegiataan tersebut melibatkan pemerintah daerah dalam membangun dasar yang kuat untuk pelestarian keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan, dan penyusunan kebijakan konservasi. (Yan/Tls)

Add a Comment