Diaspora Indonesia Majukan Produk Indonesia di Arab

Jeddah Arab (wartasas.com) – Untuk memperkuat pembinaan dan komuniksi para diaspora Indonesia yang ada di Jeddah, Arab Saudi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah menjalin sinergi.

Diaspora Indonesia merupakan warga Indonesia yang tinggal dan menetap di luar Indonesia, seperti Diaspora Indonesia Arab Saudi, mereka warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi.

Konsul Jenderal RI, M. Hery Saripudin, ketika memimpin rapat koordinasi dengan Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah dalam menentukan langkah strategis peningkatan ekspor nonmigas ke Arab Saudi di KJRI, yang dikutip dari berita perdagangan Kemendag mengatakan, para Diaspora akan dibina secara khusus untuk mempromosikan produk Indonesia melalui sistem penjualan ritel/eceran di Arab Saudi.

“Diaspora Indonesia berperan besar dalam mempromosikan komoditas Indonesia secara langsung kepada konsumen akhir, baik orang Indonesia maupun yang berasal dari negara lain seperti negara anggota ASEAN, Pakistan, Bangladesh, dan India,” tutur Hery melalui keterangannya, Senin, (23/1/17).

Berdasarkan data yang dihimpun ITPC Jeddah, penjualan produk Indonesia secara ritel di wilayah Jeddah pada periode 2014-2016 mengalami pertumbuhan sebesar 13,76 persen atau tumbuh 6,88 persen per tahun.

Kepala ITPC Jeddah Gunawan menuturkan jumlah toko-toko Indonesia memang mengalami penurunan. Namun, permintaan komoditas Indonesia mengalami peningkatan. Dalam satu tahun ada satu toko ritel Indonesia yang tutup.

“Penurunan jumlah toko Indonesia, disebabkan imbas kenaikan harga sewa lahan, program saudinisasi untuk tenaga kasir di toko-toko wilayah Arab Saudi, dan juga pemulangan warga Indonesia yang secara tidak langsung mengurangi jumlah konsumen produk Indonesia,” kata Gunawan.

“Untuk menjaga agar toko Indonesia tetap beroperasi, pengelola toko melakukan perluasan segmentasi pasar, tidak hanya untuk konsumen dari Indonesia, tetapi juga dari negara Asia lainnya,” terangnya.

Sementara itu, warung atau restoran yang dimiliki diaspora Indonesia di Jeddah pada tahun 2014 hanya berjumlah 12 restoran, tetapi pada akhir tahun 2016 meningkat menjadi 22 restoran atau meningkat 83,33 persen.

“Peningkatan ini dipicu gencarnya program pemerintah Arab Saudi melalui Vision 2030. Vision 2030 adalah program pemerintah Arab Saudi untuk menjalin hubungan yang lebih bebas dan terbuka dengan berbagai negara salah satunya Indonesia,” ungkap Gunawan.

Melalui Vision 2030 Arab Saudi akan meningkatkan jumlah jamaah haji dan umroh secara intensif sehingga dapat mendorong pengembangan sarana dan prasarana haji seperti pemondokan, perhotelan, sarana perdagangan, usaha suplai makanan, serta keperluan haji dan umroh lainnya.

“Kita berharap dengan adanya dukungan pemerintah dan dunia usaha untuk melakukan penetrasi pasar produk-produk kosmetik dan obat-obatan Indonesia dapat meningkatkan jumlah usaha salon dan spa di Arab Saudi,” urai Gunawan. (dwi)

Add a Comment