Triwulan I 2018, Perekonomian Jatim Naik Hingga Rp 523,82 Triliun

Surabaya (wartasas.com) – Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, perekonomian Jawa Timur di Triwulan I-2018 mengalami kenaikan mencapai Rp 523,82 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 376,09 triliun.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono dalam press conference yang digelar pada Senin, 07 Mei 2018 di Kantor BPS Jawa Timur Surabaya.

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono menyampaikan bahwa, ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2018 bila dibandingkan Triwulan I-2017 tumbuh sebesar 5,50 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,37 persen.

“Dari sisi produksi, semua kategori mengalami pertumbuhan positif kecuali Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,” ucap Teguh dalam press conference di BPS Jatim, Senin, (07/05/18).

“Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,88 persen; diikuti Konstruksi sebesar 7,82 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,69 persen, diikuti Ekspor Luar Negeri sebesar 4,69 persen, dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 4,63 persen,” tambahnya.

Teguh menjelaskan, secara q-to-q perekonomian Jawa Timur triwulan I-2018 tumbuh 0,38 persen. Kondisi ini utamanya didukung oleh Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 16,93 persen, diikuti Industri Pengolahan 1,46 persen, dan Jasa Perusahaan 1,28 persen.

“Sedangkan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi Ekspor Luar Negeri sebesar 3,99 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,44 persen dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 0,38 persen,” terang Teguh.

Perekonomian Jawa Timur Triwulan I-2018 tumbuh sebesar 5,50 persen. Dari sisi produksi, semua kategori mengalami pertumbuhan positif kecuali Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,88 persen; diikuti Konstruksi sebesar 7,82 persen; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,82 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,49 persen dan Real Estate sebesar 6,98 persen.

Struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha Triwulan I-2018 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 29,53 persen; Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 17,97 persen; dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 12,20 persen.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,91 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,18 persen; Konstruksi sebesar 0,70 persen; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,47 persen,” ungkapnya mengakhiri. (Tls)