Tingkatkan Potensi UKM, Jatim Kembali menggelar “Jatim Fair 2018”

Surabaya (wartasas.com) – Untuk memperkuat perdagangan didalam negeri dan menghadapi situasi ekonomi global, pemerintah dan pelaku usaha, termasuk usaha kecil menengah (UKM) harus bekerjasama. Untuk mendukung perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar “Jatim Fair 2018”.

Ajang Jatim Fair 2018 yang diselenggarakan selama enam hari sejak 9-14 Oktober 2018 di Grand City Surabaya, dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Mendag Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa, diera ekonomi digital yang berlangsung cepat, kolaborasi metode penjualan dalam jaringan (daring/online) dan penjualan luar jaringan (luring/offline) mutlak diperlukan. Oleh karena itu, ajang Jatim Fair 2018 sangat penting diadakan untuk mendukung peningkatan potensi para pelaku usaha khususnya UKM.

“Ekonomi digital dan modernisasi tidak bisa dihentikan, dialihkan, atau dibatasi. Untuk itu, diperlukan kolaborasi atau perpaduan antara metode digital dan nondigital. Dan, untuk menghadapi situasi ekonomi global, pemerintah dan pelaku usaha, termasuk usaha kecil menengah (UKM) harus bekerjasama,” ucap Mendag Lukita dalam Opening Ceremony Jatim Fair 2018 di Surabaya, Selasa, (09/10/18).

“Mari kita tumbuh bersama UKM untuk bisa Berjaya didalam negeri dan bersiap untuk ‘go international’. Jangan sampai produk luar yang masuk ke Indonesia, tetapi produk kita tidak dapat menembus pasar dimancanegara,” sambungnya.

Mendag juga menambahkan, Jatim mempunyai kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Nilai Produk Domestik Regional Bruto Jatim pada tahun 2017 mencapai Rp1.482 triliun atau tumbuh 5,45 persen diatas pertumbuhan nasional yang sebesar 5,07 persen.

“Pertumbuhan Jatim pada tahun 2017 tersebut,30,40 persen ditunjang oleh sector Industry dan 20,90 persen ditunjang oleh sektor perdagangan,” terang Mendag.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjelaskan bahwa, ajang Jatim Fair 2018 diselenggarakan untuk memperingati HUT Jawa Timur Ke 73. Diharapkan, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Jatim serta para pelaku usaha sehingga juga dapat meningkatkan daya saing produk asal provinsi Jawa Timur.

Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim mengatakan Jawa Timur saat ini sedang membuat satu program “Jatim Smart Province” yang berguna membuka market place, untuk menjadi perantara antara UMKM dan IKM, dengan market place yang lain seperti Bukalapak serta Tokopedia. Dalam hal ini pemerintah hanya memfasilitasinya saja.

“Ini peluang besar bagi para pelaku usaha. Karena, ada 150 juta pengguna internet, 106 pengguna media, dan 92 juta untuk sosial mobile,” tutur Pakde Karwo.

Jatim Smart Province ini, merupakan peluang besar untuk para pembisnis untuk digital trade. Untuk saat ini ada 1 juta 294 ribu UMKM yang siap masuk dalam pasar digital, baik raw material (bahan baku) maupun produksi factory (pabrik). (Tls)