Tingkatkan Pelayanan Jelang Lebaran, TPS Siapkan Gate Automation

Surabaya (wartasas.com) – Menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, arus petikemas melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meningkat drastis di banding tahun sebelumnya yakni tercatat sebanyak 463.974 Teus sampai dengan April 2019, meningkat 3,84% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 446.819 Teus.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Operasi TPS, Bambang Hasbullah dalam sosialisasi “Gate Automation” pada Selasa, 14 Mei 2019 beberapa waktu lalu di Hotel Shangrilla dengan dihadiri stakeholders diantaranya, Bea Cukai, Otortitas Pelabuhan, Pelindo III, forwarding, perusahaan impor/ekspor,Trucking, Asosiasi dan organda Tanjung Perak.

Bambang Hasbullah menyampaikan bahwa, perolehan tersebut diperoleh dari arus petikemas internasional sampai dengan April 2019 naik sebanyak 3,30% dibanding tahun sebelumnya yakni sebesar 427.276 Teus, dan arus petikemas domestik yang tercatat 36.698 terus meningkat 10,62% dibanding periode tahun sebelumnya.

“Berbagai upaya peningkatan fasilitas telah diupayakan oleh TPS, dimana baru-baru ini TPS juga sedang mempersiapkan peningkatan fasilitas pada Gate, yakni Gate Automation. Gate Automation adalah proses “in gate” dan “out gate” mandiri oleh sopir truk,” kata Bambang.

Gate Automation di pelabuhan adalah salah satu rekomendasi dari pemerintah pusat untuk memposisikan peringkat EoDB (Ease of Doing Business) Indonesia dari 73 menjadi 43 dari 190 negara berdasarkan release Bank Dunia pada tahun 2018. Gate Automation ini akan diterapkan pada kegiatan ekpor dan impor.

Gate automation ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan TPS untuk meningkatkan fasilitasnya. Saat ini kita awali dengan sosisalisasi terlebih dahulu kepada para stakeholder dan target Go Live pada bulan Desember 2019,” terangnya.

“Dimana pengguna jasa harus terlebih dahulu melakukan booking penerimaan atau booking pengambilan petikemas melalui aplikasi online Clique247, setelah itu sopir truk datang ke terminal dengan membawa driver ID card yang digunakan untuk melakukan transaksi di in gate dan out gate,” imbuhnya.

Dalam mendukung project Gate automation ini, TPS akan melakukan beberapa hal, yakni, Penambahan exception area setelah in gate export, sebagai tempat perbaikan data bagi truk yang terkendala saat proses in gate dan sebagai tempat antrian truk sebelum masuk ke dalam blok yang penuh, Pemasangan pemeriksaan pre in gate untuk import, yang berfungsi untuk memeriksa status booking truk yang datang ke terminal, dimana hanya truk dengan status booking aktif yang diijinkan masuk dan Mengubah ruang tunggu truk import menjadi exception area sebagai tempat antrian truk sebelum masuk ke dalam blok yang penuh. (Tls)