Program “Mandiri Dagang Untung” Wujud Apresiasi Mandiri Terhadap Kesetiaan Nasabah

Surabaya (wartasas.com) – Guna merangsang pertumbuhan ekonomi dan transaksi oleh para pelaku usaha di Indonesia, Bank Mandiri secara konsisten terus menggelar program Mandiri Dagang Untung.

Mandiri Dagang Untung sendiri merupakan program pengumpulan poin nasabah pebisnis atau pedagang dari hasil transaksi dan penempatan dana dengan nominal tertentu.

Senior Vice President Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, Susatyo Anto Budiyono, mengatakan, bahwa, Mandiri Dagang Untung Program berbeda dengan program loyalty bagi nasabah perorangan atau yang dikenal dengan Mandiri Fiestapoin.

“Mandiri Fiestapoin secara otomatis diberikan kepada seluruh nasabah perorangan Bank Mandiri yang aktif bertransaksi baik di cabang, EDC, maupun melalui mandiri e-banking. Namun, berbeda dengan Mandiri Dagang Untung, dimana nasabah pedagang harus mendaftarkan terlebih dahulu keikutsertaannya dalam program ini.” Ujar pria yang akrab disapa Tyo saat ditemui usai acara Grand Lelang Mandiri Dagang Untung 2017 di Surabaya, (28/11/17).

Program ini, masih kata Budiyono, digelar sebagai bentuk apresiasi Bank Mandiri terhadap kesetiaan nasabah pedagang yang telah aktif bertransaksi di Bank Mandiri. Pengumpulan poin dapat dilakukan dengan meningkatkan transaksi, saldo rata-rata, maupun referral pembukaan rekening.

“Hadiah yang dilelang pada Grand Lelang tersebut adalah 1 unit Mobil Toyota Calya, 1 unit Motor Yamaha Nmax, 1 unit motor Honda Beat, Emas 20 gram, Handphone Iphone 7 32 Gb, dan masih banyak hadiah menarik lainnya,” terang Tyo.

Dalam setahun, event lelang dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu di Bulan Agustus dan November serentak di beberapa daerah di Indonesia. Nasabah secara bergantian diundang untuk mengikuti kesempatan lelang ini dengan modal poin yang telah nasabah kumpulkan selama Tahun 2017.

“Kami berharap, program ini dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan transaksi non tunai menggunakan EDC (Elektronik Data Capture) di daerah pusat perdagangan, khususnya di Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur. Hal ini sejalan dengan spirit kami dalam memakmurkan negeri, serta mendukung aktif kami akan Cashless Society,” pungkasnya. (Tls)