Pantau Kenaikan Harga Beras, KPPU Surabaya Gelar Sidak Pasar

Surabaya (wartasas.com) – Naiknya harga beras dipasaran sejak 2 minggu terakhir yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KPD Surabaya langsung melakukan tindakan dengan menggelar Operasi Mendadak (sidak) sembako terutama kebutuhan pokok beras di pasar tradisional.

Sidak kali ini yang dilakukan oleh KPPU KPD Surabaya di pasar tradisional Wonokromo pada Selasa, 16 Januari 2018 dihadiri langsung oleh Kepala KPPU KPD Surabaya Dendy R Sutrisno beserta Satgas Pangan.

Kepala KPPU KPD Surabaya Dendy R Sutrisno mengatakan, bahwa tindakan Operasi Mendadak (sidak) yang dilakukan oleh KPPU KPD Surabaya disamping mendapatkan keluhan dari warga karena adanya kenaikan harga bahan pokok terutama beras, Sidak juga merupakan kegiatn rutin yang dilakukan KPPU untuk mengatisipasi kenaikn harga bahan pokok dipasaran.

“Kami dari KPPU KPD Surabaya beserta Satgas pangan, melakukan sidak di Pasar Wonokromo dengan memfokuskan pada bahan pokok beras yang dikeluhkan oleh warga. Namun, kegiatan sidak yang dilakukan oleh KPPU bukan kali pertama tapi sudah dilakukan beberapa minggu lalu setelah mendeteksi adanya kenaikan harga beras,” kata Kepala KPPU KPD Surabaya yang akrab disapa Dendy saat dijumpai dalam sidak pasar Wonokromo Selasa, (16/01/18).

“Dari hasil Operasi Mendadak tadi (16/01) di Pasar Wonokromo penyebab tingginya harga beras adalah karena saat ini bertepatan dengan turunnya masa panen. Sehingga, pasokan beras ke pasaran pun menjadi lebih sedikit dibanding sebelumnya,” tambahnya.

Dari hasil operasi mendadak, masih menurut penuturan Dendy, diketahui beras premium yang dijual para pedagang di Pasar Wonokromo berkisar antara  11 ribu hingga 13 ribu. Dimana, terjadi kenaikan sekitar 2 ribu dibanding harga beras yang dijual pada saat harga normal. Sementara, beras medium yang digelontorkan Bulog melalui operasi pasar dijual para pedagang dengan harga 9 ribu.

“Konsumen yang berbelanja di pasar Wonokromo bisa menerima beras dari Bulog, hanya saja konsumen meminta untuk kualitas beras Bulog lebih ditingkatkan,” terang Dendy.

KPPU KPD Surabaya berharap, kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk dapat mengatasi tingginya harga beras dipasaran. Sekaligus, terus menjaga mutu dan kualitas beras Bulog. Karena, langkah yang dilakukan oleh Bulog harus bisa menjadi penyeimbang dalam upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran.

Siti (35) salah satu konsumen mengaku, tingginya harga beras ini telah berlangsung sejak 2 minggu lalu. Ia mengaku keberatan dengan tingginya harga beras tanpa di imbangi dengan kualitas yang baik.

“Sudah harga beras naik, kualitas berasnya juga tidak sebagus biasanya. Sehingga, terkadang kita menyiasati-nya dengan mencampur beras medium dan beras premium. Namun tetap saja kualitasnya tak enak di makan,” keluh Siti.

Sementara itu, salah satu pedagang beras eceran Rohmawati (42) dipasar Wonokromo mengatakan, pedagang memang bisa menerima beras yang digelontorkan Bulog lewat operasi pasar tersebut. Itu tak lain karena harga beras kualitas medium itu lah yang paling murah dibanding harga beras lainnya.

“Selama ini beras pasokan Bulog yang dijualnya ke konsumen harganya naik. Harganya tinggi Rp 9.350,perkilo. Namun kualitasnya masih  buruk. Beras berwarna hitam dan banyak gabahnya. Kenaikan harga ini di imbangi dengan kualitas yang baik agar konsumen tak mengeluh keberatan,” ungkap Rohmawati. (Tls)