Panen Perdana Benih Kedelai, Wujud Keberhasilan Program Pengendalian Inflasi BI

Lamongan (wartasas.com) – Kebutuhan komoditas kedelai sebagai salah satu kontributor inflasi hingga mencapai 2,2 juta/tahun secara nasional yang sebagian pemenuhannya dilakukan melalui impor.

Untuk itu, sebagai salah satu program pengendalian inflasi, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengembangkan klaster-klaster komoditas pangan strategis. Salah satunya klaster kedelai di Kabupaten Lamongan.

Seperti yang disampaikan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Herawanto dalam kesempatan “Panen Perdana benih kedelai “grobogan” di Kabupaten Lamongan pada Selasa, (22/8), bahwa ketergantungan terhadap impor mendorong Bank Indonesia untuk meningkatkan produksi nasional melalui perbaikan dari sisi hulu.

“Sisi hulu yang dilakukan oleh BI yaitu pendampingan pertanian kedelai di Lamongan yang memiliki lahan kedelai seluas 24.000 Ha dengan tingkat produktivitas yang relatif masih rendah.” Kata Herawanto dalam kesempatan Panen Perdana, Selasa, (22/8/17).

“Sejumlah program pendampingan diberikan Bank Indonesia Jawa Timur kepada petani-petani yang tergabung dalam klaster kedelai, salah satunya adalah pembangunan demplot penangkaran untuk benih Varietas Grobogan seluas 4 Ha di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan,” tambahnya.

Pasca pendampingan dan bantuan teknis yang diberikan Bank Indonesia, pada Selasa, 22 Agustus 2017, bertempat di Desa Kedung Banjar, Kecamatan Sugio, dilakukan panen perdana benih kedelai “grobogan” yang akan disertifikasi.

Panen perdana secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lamongan, H. Fadeli, Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati, dan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Herawanto.

“Penangkaran benih kedelai “grobogan” di Kecamatan Sugio diharapkan dapat memenuhi kebutuhan petani di Lamongan secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan pembelian benih grobogan dari Jawa Tengah sehingga,” harap Herawanto.

Ke depan, hasil penangkaran benih kedelai grobogan akan disertifikasi dan dikembangkan menjadi benih kedelai lamongan.

Penggunaan benih varietas kedelai unggul “grobogan” diharapkan mampu mendorong produktivitas kedelai dari sebelumnya 1,4 ton/ha menjadi 2,7 ton/Ha sehingga ke depan berpeluang untuk mensubsitusi kebutuhan kedelai impor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam peranannya mengembangkan benih kedelai bersertifikat guna mendorong produksi kedelai secara intensif di kawasan lamongan.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen mengembangkan klaster kedelai di Lamongan melalui bantuan sarana dan prasarana untuk produksi dan pasca panen kedelai.

Bantuan yang telah diberikan berupa bantuan mesin-mesin pasca panen, pembangungan rumah kedelai yang memuat seed centre maupun pembuatan olahan kedelai, serta pembangungan demplot budidaya kedelai di dua kecamatan yaitu kecamatan Sugio dan kecamatan Kedungpring. (Tls)