Panen Bersama Wujud Keberhasilan Program Demo Farm Bank Indonesia

Lamongan (wartasas.com) – Panen Bersama Komoditas Jagung di lokasi demo farm merupakan wujud keberhasilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melakukan program Demo Farm dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menjadikan 12 kecamatan menjadi target pengembangan kawasan jagung..

Bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 01 Maret 2018 melakukan Panen Bersama Komoditas Jagung yang berada di Desa Widhe, Kecamatan Brondong,Kabupaten Lamongan.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Direktur Bank Indonesia, Andy Indra Prayogo, Asisten 1 Kabupaten Lamongan, Heru Widi, Kepala Dinas Tanaman Pangan serta Sekretaris Bappeda Kabupaten Lamongan.

Asisten Direktur Bank Indonesia, Andy Indra Prayogo menyampaikan, bahwa, hasil panen bersama yang dilakukan mencatatkan provitas mencapai sebesar 14,05 ton/ha, jauh diatas kawasan lain yang rata-rata sebesar 12,04 ton/ha.

“Lokasi demo farm tersebut merupakan salah satu dari total 5 lokasi demo farm program Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang berada di Kabupaten Lamongan. Lokasi lainnya berada di Kecamatan Sugio, Kecamatan Laren, Kecamatan Solokuro dan Kecamatan Sambeng,” kata Andy usai melakukan Panen Bersama Komoditas Jagung di Lamongan, Kamis, (01/03/18).

“Program tersebut mendukung program Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menjadikan 12 kecamatan menjadi target pengembangan kawasan jagung dengan total luas areal tanaman jagung mencapai 10.000 Ha (termasuk didalamnya masing-masing kecamatan memiliki 100 ha kawasan inti),” tambahnya.

Program pengembangan klaster yang dilakukan oleh Bank Indonesia diantaranya adalah pemberian bantuan teknis sejak tahun 2016 dengan fasilitasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknologi pertanian jagung modern kepada PPL dan perwakilan dari kelompok tani di 12 kecamatan yang akan menjadi target pengembangan.

“Pada tahun 2017, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Lamongan membentuk demo farm uji varietas di lahan irigasi dengan sistem pola tanam dalam setahun yaitu masa tanam I padi, masa tanam II padi, dan masa tanam III jagung di lahan seluas 10 hektar,” terang Andy.

Bank Indonesia juga memfasilitasi pendampingan penguatan kelembagaan (kelompok tani dan koperasi) serta bantuan Program Sosial Bank Indonesia berupa mesin dan peralatan senilai untuk pengolahan jagung (produk olahan jagung) dan pasca panen kepada Koperasi Produksi Taman Teknologi Pertanian (TTP) milik Pemkab Lamongan.

“Bantuan dimaksud merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan nilai tambah jagung yang telah menghasilkan kerupuk, chiki dan emping jagung,” pungkasnya.

Bentuk kontribusi Bank Indonesia untuk produksi pertanian jagung juga akan terus dilakukan pada tahun 2018 melalui penguatan program hilirisasi, replikasi dan dukungan pada pengembangan kawasan inti, pemanfaatan limbah jagung, pelatihan pembuatan pakan ternak serta penguatan kelembagaan kelompok tani binaan. (Bud/Tls)